Portal Pantura, Brebes – Musim kemarau yang berlangsung lama kembali memicu krisis air bersih di Kabupaten Brebes. Warga Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak kondisi cuaca tersebut.
Sumur dan sumber mata air di daerah tersebut dilaporkan mulai mengering drastis tanpa sisa. Akibatnya, masyarakat setempat sangat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga setiap harinya.
Merespons penderitaan ini, seorang aktivis kemanusiaan bernama Rohmat langsung turun tangan. Ia berinisiatif menggagas penyaluran bantuan pasokan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan parah.
Bantuan air tersebut disalurkan langsung ke Dukuh Grengseng, RT 05 RW 01, Desa Taraban. Dalam pelaksanaannya, Rohmat aktif berkoordinasi dan menggandeng pihak PDAM Paguyangan.
Kolaborasi ini bertujuan memastikan distribusi pasokan air berjalan lancar dan tepat sasaran. Kedatangan truk tangki air di lokasi pun langsung disambut gembira oleh penduduk setempat.
Warga tampak berbondong-bondong keluar rumah dengan membawa berbagai wadah penampungan. Mereka tertib mengantre membawa jeriken dan ember demi mendapatkan jatah air bersih.
Dorong PDAM Lebih Responsif
Di sela-sela kegiatan kemanusiaan ini, Rohmat menyoroti pentingnya penanganan krisis air yang lebih terpadu. Ia berharap perusahaan daerah pengelola air minum bisa lebih tanggap melihat penderitaan warga desa.
“Seharusnya pihak PDAM Kab. Brebes dapat melakukan koordinasi terkait kendala yang ada, dan segera melakukan upaya perbaikan jika memang ada masalah, terlebih bagi para pengguna air perpipaan di wilayah ini,” ujarnya.
Upaya proaktif dari pemerintah daerah memang sangat dinantikan oleh masyarakat saat ini. Fasilitas perpipaan yang bermasalah diharapkan bisa segera diperbaiki sebelum puncak musim kemarau usai.
Angin Segar untuk Warga
Bantuan air tangki ini tentu menjadi angin segar bagi penduduk yang sudah kelelahan mencari sumber air. Ibu To, salah satu warga Dukuh Grengseng, tidak bisa menyembunyikan rasa leganya saat menerima air.
Tim Redaksi

