Portal Pantura - Warga Brebes diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul maraknya aksi penipuan yang mencatut nama pejabat penting di lingkungan pemerintah daerah. Kali ini, pelaku kejahatan siber nekat menggunakan identitas Sekretaris Daerah Brebes, Dr. Tahroni, M.Pd., untuk mengelabui warga. Aksi penipuan tersebut dijalankan melalui aplikasi WhatsApp menggunakan nomor tidak dikenal yaitu +62 823-2219-8551. Dalam menjalankan aksinya, pelaku memasang foto profil sang Sekda guna meyakinkan calon korban. Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik langsung memberikan bantahan resmi. Pihak pemkab menegaskan bahwa nomor tersebut sama sekali bukan milik Sekretaris Daerah Brebes. Modus operandi pencatutan nama pejabat ini biasanya menyasar warga dengan berbagai iming-iming atau permintaan darurat. Pelaku kerap berpura-pura menawarkan bantuan, meminta sumbangan fiktif, hingga menjanjikan proyek pemerintah palsu. Tujuannya tentu saja untuk meraup keuntungan pribadi dengan memanfaatkan rasa segan atau percaya korban kepada pejabat. Menghadapi ancaman ini, Pemkab Brebes merilis instruksi tegas agar masyarakat tidak mudah terkecoh. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera mengabaikan segala bentuk instruksi dari nomor mencurigakan tersebut. Warga juga dilarang keras mentransfer sejumlah uang atau melakukan transaksi finansial apa pun. Selain itu, masyarakat diminta untuk melindungi data pribadi dan tidak membagikannya kepada pihak yang tidak dikenal. Verifikasi informasi menjadi benteng pertahanan utama sebelum mempercayai pesan yang masuk dari pihak yang mengaku pejabat. Pemkab Brebes telah menyediakan layanan pengaduan cepat bernama SAMBU atau Sahabat Brebes. Layanan darurat tersebut dapat diakses masyarakat melalui nomor WhatsApp 0816-488-5500. Melalui saluran ini, warga bisa langsung melakukan konfirmasi atau melaporkan indikasi penipuan yang mereka alami. Kunci utama menghindari kejahatan digital ini adalah tetap tenang, teliti, dan tidak mudah percaya pada pesan instan. Masyarakat diimbau agar selalu berkoordinasi dengan saluran resmi pemkab setiap kali menerima informasi mencurigakan. Mari bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dari ancaman penipuan online yang merugikan.***