Portal Pantura – Jutaan anak Indonesia kini tak bisa lagi bebas mengakses YouTube. Raksasa teknologi Google resmi menyerahkan surat kepatuhan kepada pemerintah Indonesia terkait pembatasan usia pengguna YouTube, menyusul berlakunya Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak atau yang dikenal sebagai PP Tunas.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengumumkan hal ini dalam konferensi pers pada Rabu, 22 April 2026. Menurutnya, surat kepatuhan telah diserahkan langsung secara resmi kepada Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian (Wasdik) Komdigi.
“Pemerintah mengapresiasi karena YouTube yang berada di bawah naungan Google sudah menyampaikan surat kepatuhan. Dengan demikian, Google sekali lagi memberikan komitmen kepatuhan,” ujar Meutya.
Apa yang Berubah bagi Pengguna Muda?
Mulai hari ini, platform berbagi video terbesar di dunia itu secara resmi memberlakukan batas usia minimum 16 tahun bagi pengguna di Indonesia. Pemberitahuan mengenai kebijakan baru ini sudah mulai ditampilkan oleh Google kepada penggunanya.
Selain pembatasan akses, YouTube juga berencana menonaktifkan akun-akun yang pemiliknya berada di bawah usia tersebut. Tidak hanya itu, platform ini juga berkomitmen menghapus iklan-iklan yang secara khusus menargetkan anak-anak dan remaja.
“YouTube sudah memberikan rencana untuk deaktivasi akun-akun dan sekaligus menyampaikan bahwa ke depannya akan mengeliminasi iklan-iklan yang menargetkan anak-anak dan remaja,” jelas Meutya.
Proses Masih Berjalan, Data Belum Diungkap
Meski kebijakan sudah berlaku, sejumlah detail teknis masih dalam proses. YouTube belum mengungkapkan berapa jumlah akun anak yang terdampak. Pihak perusahaan hanya memastikan data tersebut akan diperbarui dalam waktu dekat.
Danny Ardianto, Kepala Hub Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Asia Pasifik, mengatakan proses deaktivasi masih terus berjalan dan informasi rincinya akan dikomunikasikan kepada Komdigi.
“Dalam waktu dekat akan ada pembaruan-pembaruan baru lagi,” kata Danny dalam kesempatan yang sama.
Meutya menambahkan bahwa Google sejak awal sudah menunjukkan itikad baik untuk bekerja sama. Namun perusahaan membutuhkan waktu untuk melakukan perubahan teknis di dalam platform mereka sebelum bisa sepenuhnya menerapkan aturan ini.
Komitmen Tertulis di Laman Resmi Google
Pantauan di laman Support Google mengonfirmasi bahwa YouTube telah resmi memperbarui persyaratan usia minimum sesuai ketentuan PP Tunas. Termasuk kemungkinan penonaktifan akses bagi pengguna yang masuk dalam kelompok usia yang dibatasi.
Dalam pernyataan tertulisnya, Google menegaskan akan memastikan setiap pengguna mendapat informasi yang memadai sebelum ada dampak apapun terhadap akses mereka, dan proses ini akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Konteks: PP Tunas dan Gelombang Kepatuhan Platform
PP Tunas merupakan regulasi yang dirancang pemerintah Indonesia untuk melindungi anak-anak dari risiko paparan konten berbahaya di ruang digital. Sebelum YouTube, sejumlah platform media sosial lain juga telah lebih dulu menyatakan kepatuhan terhadap aturan tersebut.
Kepatuhan YouTube menjadi sinyal penting bahwa tekanan regulasi pemerintah Indonesia mulai menunjukkan hasil nyata, bahkan terhadap perusahaan teknologi sekelas Google.***
Tim Redaksi
