Portal Pantura, Brebes – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Brayan Maju yang berlokasi di Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus mematangkan langkah usahanya. Pengelola berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) melalui pengelolaan modal yang akuntabel dan produktif.
Direktur BUMDes Brayan Maju, Suwito,S.M., menjelaskan bahwa operasional unit usaha yang dijalankannya bersumber dari penyertaan modal Pemerintah Desa (Pemdes) Kalijurang melalui alokasi Dana Desa (DD).
“Kami terus berupaya mengelola modal dari pemerintah desa ini agar usaha berkembang dan mampu memberikan kontribusi terbaik untuk PAD,” kata Suwito.
Perjalanan dan Tahapan Penyertaan Modal Desa
Dukungan finansial dari Pemdes Kalijurang dilakukan secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir untuk memperkuat struktur permodalan BUMDes.
Rincian Alokasi Modal dari Tahun ke Tahun
- Tahun 2020: Penyertaan modal awal sebesar Rp25 juta.
- Tahun 2021: Tambahan modal sebesar Rp100 juta.
- Tahun 2022: Pengucuran modal sebesar Rp120 juta.
- Tahun 2023: Penyertaan modal sebesar Rp100 juta.
- Tahun 2024: Penyertaan modal sebesar Rp100 juta.
- Tahun 2026: Penyertaan modal sebesar Rp278.470.000.
Secara akumulatif, total penyertaan modal yang telah disalurkan oleh Pemerintah Desa Kalijurang kepada BUMDes Brayan Maju mencapai Rp723.470.000.
Transformasi Usaha: Fokus pada Ketahanan Pangan
Pada masa awal pendiriannya, BUMDes Brayan Maju mengoperasikan unit usaha penyediaan Alat Tulis Kantor (ATK), jasa fotokopi, serta stasiun pengisian bahan bakar umum tingkat desa (POM Mini).
Seiring berjalannya waktu dan melihat dinamika kebutuhan ekonomi lokal, pengelola mengambil langkah strategis dengan bertransformasi mendukung program ketahanan pangan.
Memperkuat Sektor Peternakan Ayam
Saat ini, fokus utama BUMDes beralih pada pengelolaan unit usaha peternakan ayam. Diversifikasi ini dinilai memiliki prospek pasar yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi perekonomian desa.
“Kami memutuskan fokus mengembangkan usaha peternakan ayam. Harapannya, unit usaha ini bisa tumbuh pesat dan menghasilkan profit yang memadai untuk desa,” pungkas Wito.***

