Portal Pantura, Jakarta – Pergerakan harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) sepanjang pekan ini terpantau fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
Investor perlu mencermati dinamika harga logam mulia karena terjadi koreksi nilai dibanding awal pekan lalu.
Tren Harga Emas Antam Sepekan
Harga emas Antam sempat dibuka stabil pada Senin (6/7/2026) di angka Rp 2.670.000 per gram.
Memasuki pertengahan pekan, tren harga justru berbalik arah dan terus tertekan selama tiga hari berturut-turut.
Penurunan tersebut terjadi secara bertahap sejak Selasa hingga Kamis yang membuat harga emas terkoreksi ke level Rp 2.633.000 per gram.
Kondisi pasar mulai membaik pada Jumat (10/7/2026) dengan kenaikan sebesar Rp 17.000 per gram.
Tren penguatan tipis kemudian berlanjut hingga akhir pekan, Sabtu (11/7/2026).
Hingga Minggu (12/7/2026), harga emas Antam bertahan di posisi Rp 2.655.000 per gram.
Secara kumulatif, harga emas Antam mengalami penurunan sebesar Rp 15.000 per gram jika dibandingkan dengan posisi awal pekan.
Update Harga Buyback Emas
Harga buyback atau harga pembelian kembali emas oleh pihak Antam juga mengikuti pergerakan harga emas batangan.
Pada akhir pekan ini, harga buyback berada di level Rp 2.415.000 per gram.
Selama sepekan, harga buyback tercatat turun sebesar Rp 14.000 per gram.
Perlu diingat bahwa harga buyback adalah nilai yang didapatkan pemilik emas saat menjual kembali logam mulianya ke Logam Mulia.
Daftar Harga Emas Antam 12 Juli 2026
Berikut adalah daftar harga emas Antam untuk berbagai ukuran per Minggu, 12 Juli 2026:
-
0,5 gram: Rp 1.377.500
-
1 gram: Rp 2.655.000
-
2 gram: Rp 5.250.000
-
3 gram: Rp 7.850.000
-
5 gram: Rp 13.050.000
-
10 gram: Rp 26.045.000
-
25 gram: Rp 64.987.000
-
50 gram: Rp 129.895.000
-
100 gram: Rp 259.712.000
-
250 gram: Rp 649.015.000
-
500 gram: Rp 1.297.820.000
-
1.000 gram: Rp 2.595.600.000
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Harga emas bersifat dinamis dan sangat bergantung pada berbagai indikator ekonomi global.
Beberapa faktor utama meliputi pergerakan harga emas di pasar dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Selain itu, kebijakan suku bunga bank sentral serta kondisi geopolitik dunia turut memberikan dampak signifikan.
Dinamika permintaan dan penawaran di pasar domestik juga menjadi penentu utama perubahan harga setiap harinya.***

