UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Celoteh Redaksi

Longsor Kali Pedes: Swadaya Warga Mentok, Pemerintah Harus Turun Tangan

×

Longsor Kali Pedes: Swadaya Warga Mentok, Pemerintah Harus Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Kondisi tebing sungai sebagai dampak erosi sungai Pedes di Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Brebes mengancam keselamatan warga. (Foto: Ist)
Kondisi tebing sungai sebagai dampak erosi sungai Pedes di Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Brebes mengancam keselamatan warga. (Foto: Ist)
IKLAN
Ukuran teks

Sungai Pedes kembali mencekam. mengancam. Tanggul jebol. Arus semakin ganas.

Beberapa rumah kini berada di zona bahaya. Warga ketakutan. Tragedi bisa terjadi kapan saja.

Swadaya Warga Sudah Mentok

Mari kita bicara jujur. Masyarakat sudah berusaha keras. Mereka mengumpulkan bambu ampel untuk trucuk darurat. Gotong royong dilakukan dengan semangat tinggi.

iklan

Tapi itu belum cukup.

Bronjong belum terpasang. Alat berat hasil patungan warga sudah berhenti beroperasi. Alasannya sederhana: dana habis.

Ini bukan soal malas atau tidak peduli. Ini soal kemampuan yang memang terbatas. Bagaimana mungkin warga biasa bisa mendanai penanganan bencana dalam skala besar?

Sementara itu, ancaman makin nyata. susulan bisa terjadi. Banjir mengintai. Setiap hari adalah pertaruhan keselamatan.

Dua Keluarga Sudah Kehilangan Rumah

Di Desa , kisah Tahroni dan Kasori menyayat hati. Rumah mereka ambruk. Terseret arus sungai yang tak kenal ampun.

Mereka sempat menyelamatkan barang berharga. Tapi rumah? Habis sudah.

Bayangkan perasaan mereka. Puluhan tahun membangun kehidupan, lenyap dalam hitungan hari.

Kondisi serupa terjadi di RT 05 RW 09 Desa Kutamendala. Satu rumah terancam parah. Penghuninya harus membongkar sendiri rumahnya. Mereka kini mengungsi, tanpa kepastian kapan bisa pulang.

Pemerintah, Ini Waktunya Bertindak

Pertanyaannya sederhana: sampai kapan warga harus berjuang sendiri?

Ini bukan lagi soal swadaya atau gotong royong. Ini tentang tanggung jawab negara melindungi warganya.

Pemerintah daerah harus segera turun tangan. Kirim alat berat. Sediakan material bronjong. Bangun tanggul yang kuat.

Jangan tunggu korban jiwa berjatuhan. Jangan tunggu puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal.

Penanganan darurat harus dimulai sekarang. Bukan besok. Bukan minggu depan.

Risiko Masih Sangat Tinggi

Kondisi lapangan menunjukkan situasi genting. Tanggul yang jebol membuat arus sungai makin deras. Pengikisan tebing berlangsung terus-menerus.

Hujan bisa memperburuk keadaan kapan saja. Tanah susulan sangat mungkin terjadi. Rumah-rumah lain bisa ikut ambruk.

Warga sudah waspada. Mereka sudah gotong royong. Tapi kewaspadaan dan gotong royong tak cukup melawan bencana alam.

Mereka butuh intervensi struktural. Butuh anggaran memadai. Butuh peralatan modern.

Solidaritas Tetap Penting

Sambil menunggu pemerintah bertindak, solidaritas masyarakat tetap diperlukan. Jika Anda bisa membantu, bantulah.

Bambu, terpal, makanan, atau bantuan dana—semuanya berarti. Setiap kontribusi membantu meringankan beban warga yang terdampak.

Tapi jangan salah paham. Solidaritas bukan pengganti kewajiban pemerintah. Ini hanya penyangga sementara sambil menunggu solusi permanen.

Pelajaran untuk Semua

Bencana di Kali Pedes mengingatkan kita pada satu hal: pencegahan lebih baik daripada penanganan darurat.

Pemerintah harus serius menata daerah aliran sungai. Bangun infrastruktur pencegahan banjir dan yang kokoh. Lakukan kajian risiko bencana secara berkala.

Jangan biarkan warga selalu jadi korban keterlambatan. Jangan biarkan tragedi berulang.

Kepada pemerintah: bertindaklah sekarang. Warga Desa dan Kutamendala tidak bisa menunggu lagi.***

***Rubik Tajuk Rencana merupakan perpektif redaksi terhadap permasalahan dan peristiwa yang terjadi.

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P