Portal Pantura – Jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akhirnya bisa bernafas lega. Saldo Rp600 ribu dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua mulai masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), khususnya melalui Bank BNI.
Pencairan mencakup periode April hingga Juni 2026. Nilainya Rp200 ribu per bulan, sehingga total tiga bulan mencapai Rp600 ribu per KPM.
Laporan dari berbagai daerah menyebutkan tingkat pencairan sudah mendekati 95 persen. Hanya sebagian kecil penerima yang masih menunggu karena kendala administrasi dan verifikasi data.
Proses Transfer Masih Bertahap
Penyaluran tidak terjadi serentak. Dana ditransfer secara bertahap, sehingga tidak semua KPM menerima bantuan di waktu yang sama.
Penerima yang belum melihat saldo masuk diminta mengecek secara berkala. Bisa melalui ATM, agen bank, atau pendamping sosial setempat.
Perubahan periode bantuan menjadi April–Juni 2026 pada sistem penyaluran menjadi sinyal bahwa dana sedang diproses.
Sebagian KPM Masih Tertunda
Sejumlah penerima belum mendapatkan dana hingga kini. Penyebabnya beragam — mulai dari verifikasi rekening yang belum selesai, ketidaksesuaian data kependudukan, hingga proses validasi yang masih berjalan.
KPM yang mengalami kendala disarankan mengecek status lewat aplikasi Cek Bansos. Bisa juga berkonsultasi dengan operator desa atau pendamping sosial untuk mengetahui penyebab keterlambatan.
PKH Tahap 2 Belum Tersalur
Di sisi lain, Program Keluarga Harapan (PKH) tahap kedua belum menunjukkan tanda-tanda pencairan massal. Banyak KPM yang terdaftar sebagai penerima PKH masih menanti kepastian jadwal.
Berdasarkan pola sebelumnya, pencairan PKH biasanya menyusul setelah distribusi BPNT berjalan lebih merata. Para penerima berharap PKH dapat mulai tersalurkan dalam beberapa hari atau pekan ke depan.
Pemerintah diharapkan segera menuntaskan pencairan bagi penerima yang masih tertunda dan mempercepat distribusi PKH tahap kedua agar seluruh KPM memperoleh haknya tepat waktu.***

