TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Ekonomi

Cerita Sukses Pesantren Al Hikmah 2 Brebes Kembangkan Usaha Kopi dan Pendidikan Gratis

×

Cerita Sukses Pesantren Al Hikmah 2 Brebes Kembangkan Usaha Kopi dan Pendidikan Gratis

Sebarkan artikel ini
Cerita Sukses Pesantren Al Hikmah 2 Brebes Kembangkan Usaha Kopi dan Pendidikan Gratis
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mendorong pesantren untuk mengembangkan potensi usaha kopi sebagai motor penggerak ekonomi perdesaan saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Selasa, 3 November 2026.
IKLAN
⚡ RINGKASAN
Menko PM A. Muhaimin Iskandar dorong Ponpes Al Hikmah 2 Brebes kembangkan usaha kopi dan pertanian untuk perkuat kemandirian ekonomi perdesaan.
Ukuran teks

Portal Pantura, Brebes – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar secara tegas mendorong institusi pendidikan Islam untuk memperkuat sektor produktif melalui pengembangan usaha kopi. Langkah strategis ini dinilai tidak hanya mampu menggerakkan roda perekonomian warga di kawasan perdesaan, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru yang berkelanjutan.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan bertajuk Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Sosial Ekonomi khusus : Model Pengembangan Usaha Kopi Berbasis . Acara penting ini diselenggarakan di kompleks Pondok Al Hikmah 2 Benda, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah.

Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan, sebab ini dinilai sukses mengimplementasikan kemandirian ekonomi secara nyata. Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan potensi lokal, kawasan perdesaan di lereng pegunungan Brebes kini memiliki harapan baru dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Apresiasi Nyata untuk Al Hikmah 2

iklan

Kehadiran Menko Muhaimin di Bumiayu disambut antusias oleh jajaran pimpinan dan para santri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas dedikasi pengasuh dalam membangun kemandirian umat.

“Saya sangat bersyukur dan bangga atas apa yang disampaikan oleh Kiai Sholahudin Masruri tadi, bahwa ini telah dan akan terus merintis pemberdayaan masyarakat,” ucap Menko Muhaimin di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Ia menilai bahwa apa yang dilakukan oleh tersebut sudah berada di jalur yang tepat untuk memperkuat ekonomi akar rumput. Peran aktif institusi keagamaan terbukti mampu menjangkau lapisan masyarakat yang paling membutuhkan pembinaan ekonomi.

Lebih lanjut, Menko Muhaimin menjelaskan bahwa program pemberdayaan ini juga berfokus pada masa depan para santri itu sendiri. Pembekalan mental dan keahlian praktis menjadi prioritas agar lulusan siap menghadapi persaingan global.

“Bukan hanya bagi masyarakat di sekitar , tetapi juga menyiapkan anak-anak didik santrinya agar siap menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri ketika lulus nanti,” sambungnya.

Pendidikan Berbasis Pemberdayaan Komprehensif

Pendekatan yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Al Hikmah 2 dinilai sebagai model ideal pendidikan berbasis pemberdayaan masyarakat. Integrasi antara ilmu agama dan keterampilan praktis menjadi kunci utama dalam melahirkan generasi yang adaptif terhadap zaman.

Pesantren tidak hanya mencetak pemuka agama yang mumpuni, tetapi juga melahirkan wirausahawan muda yang handal di berbagai bidang sektor riil. Hal ini menjawab tantangan zaman di mana kemandirian finansial menjadi salah satu pilar penting dalam membangun peradaban desa.

Selain itu, Menko Muhaimin juga memberikan apresiasi khusus terhadap kebijakan sosial yang diterapkan oleh pesantren tersebut. Komitmen dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas tanpa membebani biaya menjadi teladan tersendiri bagi lembaga lain.

Tercatat ada hampir 500 santri dari berbagai latar belakang sosial yang mendapatkan pendidikan gratis di tempat ini. Kontribusi nyata dalam pengentasan kebodohan dan kemiskinan telah dijalankan secara konsisten selama bertahun-tahun.

“Al Hikmah 2 ini adalah salah satu contoh dari ribuan pesantren yang sejak awal memang memiliki komitmen pada penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan, sekaligus menyiapkan masa depan anak-anak didik para santri,” tegas Menko Muhaimin.

Awal Mula Perjalanan Bisnis Kopi Sejak 2017

Inisiatif pengembangan komoditas kopi di lingkungan pesantren ini bermula dari visi jangka panjang pimpinan pondok. Pimpinan Pondok Pesantren Al Hikmah 2, K.H. Sholahudin Masruri, mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada komoditas kopi dimulai pada tahun 2017.

Dari pengalaman dan interaksi langsung dengan masyarakat di kawasan pegunungan, ia melihat potensi besar yang belum tergarap secara maksimal. Petani kopi lokal memerlukan pendampingan intensif agar hasil panen mereka memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasaran.

Bagi Kiai Sholahudin, penguatan ekonomi masyarakat bukan sekadar urusan bisnis semata, melainkan bagian dari ikhtiar memperkuat sendi-sendi kehidupan sosial dan keagamaan. Kesejahteraan ekonomi yang baik akan menciptakan ketahanan sosial yang kokoh di tengah masyarakat desa.

Oleh karena itu, pesantren berinisiatif mengambil peran aktif sebagai jembatan penghubung antara potensi alam dan kesejahteraan warga. Berbagai sektor produktif mulai disentuh melalui program pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Pesantren kami mencoba menggiring masyarakat untuk bisa berkontribusi tinggi di bidang perekonomian, baik di perikanan, peternakan, ataupun pertanian,” ungkap Sholahudin.

Diversifikasi Usaha Melalui Pertanian dan Perikanan

Pengembangan ekonomi di lingkungan Al Hikmah 2 tidak hanya berfokus pada komoditas kopi saja. Berbagai inovasi sektor agrikultur dan akuakultur turut dikembangkan secara masif untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam yang tersedia.

Beberapa komoditas unggulan lain yang kini menjadi fokus pengembangan di antaranya adalah budidaya buah melon berkualitas tinggi serta perikanan air tawar. Pemanfaatan lahan secara produktif menjadi prioritas utama dalam mengelola aset-aset yang dimiliki pesantren.

Pemanfaatan lahan, termasuk tanah wakaf, diarahkan sepenuhnya untuk kegiatan yang memberikan dampak ekonomi langsung kepada warga sekitar. Dengan pengelolaan yang profesional, aset-aset tersebut berubah menjadi sumber kemakmuran bersama.

Potensi lahan yang luas tidak lagi dibiarkan tidur, melainkan diolah menjadi pusat-pusat pembelajaran produktif. Hal ini membuktikan bahwa lembaga keagamaan mampu menjadi pelopor ketahanan pangan di tingkat regional maupun nasional.

Kurikulum Kreatif dan Keterampilan Vokasi Santri

Seluruh aktivitas ekonomi yang dikembangkan di lingkungan pesantren ini terintegrasi secara langsung dengan sistem kurikulum pendidikan santri. Teori di ruang kelas langsung diimbangi dengan praktik nyata di lapangan.

Al Hikmah 2 menerapkan kurikulum kreatif yang membekali para santri dengan berbagai keterampilan vokasi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Keterampilan tersebut meliputi bidang perikanan modern, tata busana, hingga keahlian pengelasan logam.

Bekal keterampilan praktis ini disiapkan agar para santri memiliki daya saing tinggi setelah menyelesaikan masa pendidikannya di pesantren. Mereka tidak hanya siap menjadi pendamping masyarakat, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan baru di daerah asal masing-masing.

Sinergi antara ilmu pengetahuan agama, kepekaan sosial, dan kecakapan teknis ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader pembangunan yang tangguh. Pesantren bertransformasi menjadi inkubator kemandirian bangsa dari tingkat desa.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Masa Depan Desa

Kemenko PM berharap model pemberdayaan yang telah dirintis oleh Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda ini dapat direplikasi oleh lembaga-lembaga lain di berbagai daerah. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat menjadi kunci utamanya.

Penguatan usaha produktif berbasis potensi lokal terbukti ampuh dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perdesaan. Keterlibatan aktif pesantren akan mempercepat terwujudnya pemerataan kesejahteraan secara nasional.

Melalui langkah strategis ini, pesantren kini memiliki peran ganda yang semakin strategis. Institusi pendidikan Islam tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat transmisi ilmu agama, tetapi juga sebagai motor penggerak utama kemandirian dan kesejahteraan masyarakat luas.***

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P