Portal Pantura, Brebes – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mendorong lembaga pendidikan pesantren untuk mengambil peran yang lebih besar. Pesantren diharapkan mampu mencetak wirausaha baru yang tangguh, mandiri, dan siap menjadi pelaku ekonomi utama setelah menyelesaikan pendidikan.
Langkah ini penting untuk memastikan bahwa para santri memiliki masa depan yang cerah dan berdaya saing tinggi. Keterampilan berwirausaha akan menjadi bekal berharga bagi santri saat kembali ke tengah masyarakat.
Penguatan Pendidikan dan Pembinaan Berkelanjutan
Muhaimin menegaskan bahwa sistem pendidikan pesantren perlu terus diperkuat secara komprehensif. Upaya ini bertujuan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dan kompeten, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang memadai.
Dengan fondasi agama yang kokoh, para santri diharapkan siap tampil sebagai pemimpin masa depan. Selain menjadi tokoh masyarakat, mereka juga didorong menjadi pengusaha yang mampu menciptakan berbagai peluang bisnis.
Harapan besar tersebut disampaikan langsung oleh Menko Muhaimin saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Brebes Selatan. Kehadiran beliau disambut hangat oleh keluarga besar pesantren dan masyarakat sekitar.
“Saya akan terus berusaha dari Pondok Pesantren Al Hikmah 2 ini lahir pengusaha-pengusaha tangguh yang kaya raya. Saya juga meminta agar dididik tidak hanya dalam satu kali acara saja, tetapi terus dibina dan dibimbing agar lahir pengusaha dari pesantren ini sebanyak-banyaknya,” ucapnya di Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda, Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, Selasa 3 November 2026.
Sinergi Lintas Sektor dan Perluasan Akses Pasar
Guna mewujudkan target besar tersebut, Menko Muhaimin meminta dukungan aktif dari berbagai pihak. Beliau secara khusus mengajak para anggota DPR RI untuk terlibat membantu membukakan jejaring bisnis bagi para santri.
Dukungan koneksi dan akses jaringan dinilai sangat krusial agar usaha yang dirintis santri dapat berkembang luas. Tanpa adanya jejaring yang kuat, potensi bisnis santri akan sulit menembus pasar yang lebih kompetitif.
Bentuk dukungan yang diperlukan mencakup berbagai lini strategis pembinaan. Hal ini meliputi pengembangan kurikulum kewirausahaan, penyediaan infrastruktur pendukung, pembinaan bisnis secara berkala, hingga perluasan akses pasar nasional.
Mengoptimalkan Potensi Lokal Brebes
Menurut Muhaimin, potensi ekonomi lokal di sekitar lingkungan pesantren dapat dijadikan sebagai titik awal pengembangan usaha. Sektor pertanian dan perkebunan kopi yang melimpah di wilayah setempat perlu diolah secara optimal.

