Portal Pantura – Pasar pangan nasional pada Jumat (14/82026), kembali menunjukkan dinamika pergerakan harga yang bervariasi di berbagai pasar tradisional. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, sejumlah komoditas pokok terpantau mengalami koreksi harga, sementara sebagian lainnya justru merangkak naik akibat tekanan permintaan dan pasokan harian.
Dinamika ini menuntut kewaspadaan konsumen dalam mengelola anggaran belanja rumah tangga. Di tengah fluktuasi pasar yang terjadi, pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan terkait terus memantau stabilitas distribusi agar ketersediaan bahan pokok tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat luas.
Rincian Pergerakan Harga Pangan Nasional Hari Ini
Lonjakan Harga Cabai Rawit dan Cabai Keriting
Komoditas hortikultura, khususnya aneka cabai, mencatatkan fluktuasi paling mencolok pada perdagangan hari ini. Cabai rawit merah melanjutkan tren kenaikan dalam dua hari terakhir dengan melonjak 4,27% menjadi Rp62.200 per kilogram. Lonjakan serupa juga terjadi pada cabai rawit hijau yang meroket hingga 4,37% ke level Rp54.900 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai merah keriting turut naik 1,19% menjadi Rp51.000 per kilogram. Berbeda dengan tren tersebut, cabai merah besar justru mengalami penurunan harga sebesar 1,2% dan berada di posisi Rp49.300 per kilogram.
Stabilitas dan Koreksi pada Kelompok Beras serta Bawang
Di sektor karbohidrat, harga beras terpantau relatif stabil dengan sedikit pergeseran pada kualitas tertentu. Beras kualitas bawah I dan II mengalami kenaikan tipis sebesar 0,34%, masing-masing menjadi Rp14.850 dan Rp14.650 per kilogram. Adapun beras medium I bertahan di angka Rp16.450 per kilogram, sedangkan medium II naik tipis ke Rp16.300 per kilogram. Untuk beras kualitas super I dan super II, harga tetap kokoh di level Rp17.750 dan Rp17.200 per kilogram.
Untuk komoditas bumbu dapur, harga bawang merah ukuran sedang turun tipis 0,38% menjadi Rp39.400 per kilogram. Penurunan lebih dalam terjadi pada bawang putih ukuran sedang yang terkoreksi 1,34% ke angka Rp40.500 per kilogram.
Protein Hewani dan Minyak Goreng: Ayam Naik, Sapi Turun
Fluktuasi Daging Ayam dan Sapi di Pasar Tradisional
Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar mencatatkan kenaikan tertinggi harian sebesar 3%, menyentuh angka Rp41.250 per kilogram. Sebaliknya, komoditas daging sapi menunjukkan tren koreksi positif bagi konsumen. Daging sapi kualitas I turun tipis 0,23% menjadi Rp151.400 per kilogram, dan daging sapi kualitas II turun 0,49% ke level Rp142.350 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras segar mengalami penurunan tipis 0,17% menjadi Rp29.400 per kilogram.
Minyak Goreng dan Gula Pasir Terkendali
Untuk kebutuhan dapur lainnya, harga minyak goreng curah terpantau stabil di angka Rp20.450 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek I turun tipis 0,82% menjadi Rp24.250 per kilogram, sedangkan kemasan bermerek II naik tipis 0,21% menjadi Rp23.550 per kilogram. Di sisi lain, gula pasir kualitas premium stabil di Rp20.300 per kilogram dan gula pasir lokal turun tipis ke level Rp19.050 per kilogram.***
Tim Redaksi

