TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Ekonomi

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp91.600 Per Kilogram, Ini Daftar Lengkapnya

×

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp91.600 Per Kilogram, Ini Daftar Lengkapnya

Sebarkan artikel ini
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp91.600 Per Kilogram, Ini Daftar Lengkapnya
Ilustrasi Seorang pedagang sedang menata cabai rawit merah di pasar tradisional. (Foto: Gemini/AI Generated)
IKLAN
⚡ RINGKASAN
Update harga pangan nasional terbaru: cabai rawit merah tembus Rp91.600/kg, beras, telur, hingga daging ikut naik. Cek daftar lengkapnya di sini!
Ukuran teks

Portal Pantura – Lonjakan harga komoditas kembali meresahkan masyarakat, terutama para ibu rumah tangga dan pedagang kecil di berbagai daerah. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Pusat Informasi Harga Strategis () Nasional, harga cabai rawit merah secara nasional kini telah menyentuh angka fantastis, yakni mencapai Rp91.600 per kilogram. Angka ini tentu memberikan tekanan tersendiri bagi daya beli masyarakat yang tengah berupaya mengatur anggaran belanja dapur di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Tidak hanya cabai rawit merah, sejumlah komoditas bumbu dapur pokok lainnya juga terpantau mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan di tingkat pedagang eceran nasional. Berdasarkan pantauan data , harga bawang merah saat ini bertengger di kisaran Rp40.500 per kilogram, sementara bawang putih menyusul ketat di angka Rp39.600 per kilogram. Kondisi ini membuat para konsumen harus merogoh kocek lebih dalam demi memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.

Lonjakan harga yang dirasakan konsumen kian terasa berat karena komoditas cabai jenis lainnya juga ikut meroket tinggi di pasaran. mencatat harga cabai merah besar kini berada di level Rp70.450 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting bahkan menembus rekor yang lebih tinggi lagi yaitu Rp100.950 per kilogram. Tidak ketinggalan, cabai rawit hijau juga turut diperdagangkan dengan harga yang cukup menguras kantong, yakni menyentuh Rp72.500 per kilogram.

iklan

“Kenaikan harga cabai ini benar-benar bikin pusing, terutama untuk cabai keriting dan rawit merah yang naiknya sangat terasa di modal jualan,” ungkap salah seorang pedagang eceran di saat ditemui mengenai situasi harga terkini.

Selain komoditas bumbu dapur, tekanan inflasi eceran juga merambah ke sektor kebutuhan protein hewani yang menjadi lauk pauk utama masyarakat. Telur ayam ras, yang merupakan sumber protein paling diandalkan keluarga Indonesia, kini tercatat dijual seharga Rp29.000 per kilogram. Harga ini dinilai cukup tinggi bagi sebagian masyarakat golongan menengah ke bawah yang mengandalkan telur sebagai menu harian yang terjangkau.

Komoditas daging pun tidak luput dari tren kenaikan harga yang terpantau secara nasional oleh sistem pemantauan tersebut. Daging ayam ras segar saat ini dibanderol dengan harga rata-rata Rp41.750 per kilogram di tingkat pedagang eceran. Sementara itu, untuk produk daging sapi, kualitas I tercatat berada di angka yang cukup tinggi yakni Rp156.750 per kilogram, dan daging sapi kualitas II diperdagangkan pada kisaran harga Rp143.450 per kilogram.

Dinamika Harga Beras di Pasaran

Bergeser ke komoditas pokok beras, variasi harga terpantau terjadi pada berbagai kategori kualitas yang beredar di pasaran. Untuk kategori beras kualitas bawah I, pedagang mematok harga rata-rata di angka Rp16.350 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II berada di kisaran Rp15.450 per kilogram. Perbedaan selisih harga ini biasanya dipengaruhi oleh asal daerah pasokan serta tingkat ketersediaan stok di masing-masing wilayah.

Sementara itu, untuk kelompok beras kualitas medium yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat luas, harga medium I tercatat di angka Rp17.300 per kilogram. Menyusul di bawahnya, beras kualitas medium II dijual dengan harga rata-rata Rp17.150 per kilogram. Stabilitas harga beras medium ini terus diawasi ketat oleh berbagai pihak guna mencegah gejolak lanjutan yang dapat merugikan konsumen luas.

Bagi masyarakat yang memilih produk beras kualitas premium, harga yang harus dibayarkan tentu berada di level yang lebih tinggi lagi. Beras kualitas super I tercatat menempati harga Rp18.400 per kilogram, sedangkan beras kualitas super II berada di kisaran harga Rp17.700 per kilogram. Variasi harga beras ini menuntut masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih produk yang sesuai dengan kemampuan finansial rumah tangga masing-masing.

Komoditas Pendukung dan Minyak Goreng

Komoditas pemberi rasa manis seperti gula pasir juga turut memberikan kontribusi terhadap pengeluaran belanja harian masyarakat. Gula pasir kualitas premium saat ini tercatat berada di harga Rp21.500 per kilogram, sementara varian gula pasir lokal diperdagangkan pada kisaran harga Rp19.700 per kilogram. Perbedaan harga antara produk premium dan lokal ini memberikan opsi bagi pembeli sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sumber:PIHPS Bank Indonesia

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P