Meski PDB AS tumbuh 4,3% di kuartal ketiga, pemulihan ekonomi dinilai tidak merata. Pengeluaran besar di sektor teknologi dan AI kontras dengan lemahnya permintaan dari rumah tangga menengah.
Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa Fed akan mengadopsi kebijakan moneter lebih akomodatif tahun depan.
Outlook Mata Uang 2025
Pasar mata uang global bersiap menghadapi periode volatilitas tinggi. Pasangan GBP/USD baru-baru ini menyentuh level tertinggi tiga bulan di 1,2735 karena Bank of England menerapkan pelonggaran lebih bertahap dibanding Fed.
Namun, kebijakan perdagangan proteksionis Trump berpotensi memberikan tekanan hawkish pada dolar AS.
Di Zona Euro, gejolak politik Jerman dan Prancis ditambah pemulihan ekonomi yang rapuh membuat analis memprediksi EUR/USD bisa menguji level paritas.
Interaksi antara kebijakan Bank of England dan Federal Reserve akan menjadi pendorong utama volatilitas mata uang utama tahun depan.
Agenda Ekonomi Krusial Pekan Ini
Beberapa rilis data penting akan mempengaruhi pergerakan pasar:
Rabu, 24 Desember 2024:
- Klaim pengangguran awal AS akan menunjukkan kesehatan pasar tenaga kerja
- Data persediaan minyak mentah EIA dapat mempengaruhi inflasi global
- Lelang obligasi 7 tahun AS menentukan imbal hasil jangka menengah
Kamis, 25 Desember 2024:
- Pidato Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda ditunggu untuk sinyal kenaikan suku bunga
- IHK Tokyo sebagai indikator awal inflasi nasional Jepang
- Data penjualan ritel Jepang menggambarkan kekuatan konsumsi domestik
Pasar Jepang menjadi sorotan khusus karena Bank of Japan diperkirakan akan mengubah arah kebijakan moneternya. Tingkat pengangguran rendah dan spiral upah-harga yang positif memberikan ruang bagi normalisasi kebijakan.***

