Portal Pantura – Harga LPG non-subsidi resmi naik sejak 18 April 2026. Pertamina menyesuaikan harga LPG 5,5 kg dan 12 kg di seluruh wilayah Indonesia. Berapa harga di daerah Anda?
Indonesia masih sangat bergantung pada impor LPG. Kebutuhan nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun. Sementara produksi dalam negeri hanya 1,6 hingga 1,7 juta ton.
Kekurangannya? Sekitar 7 juta ton harus diimpor setiap tahun.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut kondisi ini menguras devisa negara secara masif.
“Sekarang kita belanja LPG per tahun, devisa kita keluar Rp137 triliun. Yang disubsidi negara Rp80 sampai Rp87 triliun per tahun,” ujar Bahlil dalam acara Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa.
Harga LPG di Pangkalan dan Pengecer
Pantauan di Tangerang Selatan pada Selasa (2/6/2026) mencatat:
LPG 12 kg dijual Rp245.000 per tabung, naik Rp35.000 dari harga sebelumnya.
LPG 5,5 kg dijual Rp130.000 per tabung, naik Rp20.000.
“12 kg Rp245.000, yang 5,5 kg Rp125.000,” kata penjaga pangkalan LPG setempat.
LPG subsidi 3 kg tidak naik. Harga di pengecer tetap Rp22.000 per tabung. HET resmi wilayah Tangerang Selatan ditetapkan Rp19.000 per tabung.
Daftar Harga Resmi LPG Non-Subsidi Per Wilayah
Harga berikut berlaku di tingkat agen resmi Pertamina Patra Niaga, sudah termasuk PPN, sejak 18 April 2026.
Jawa Tengah LPG 5,5 kg: Rp107.000 (naik Rp17.000 dari Rp90.000) LPG 12 kg: Rp228.000 (naik Rp36.000 dari Rp192.000)
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan LPG 5,5 kg: Rp111.000 (naik Rp17.000 dari Rp94.000) LPG 12 kg: Rp230.000 (naik Rp36.000 dari Rp194.000)
Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara LPG 5,5 kg: Rp114.000 (naik Rp17.000 dari Rp97.000) LPG 12 kg: Rp238.000 (naik Rp36.000 dari Rp202.000)
Kalimantan Utara (Tarakan) LPG 5,5 kg: Rp124.000 (naik Rp17.000 dari Rp107.000) LPG 12 kg: Rp265.000 (naik Rp36.000 dari Rp229.000)
Maluku (Ambon), Papua (Jayapura) LPG 5,5 kg: Rp134.000 (naik Rp17.000 dari Rp117.000) LPG 12 kg: Rp285.000
Free Trade Zone (FTZ) Batam LPG 5,5 kg: Rp100.000 LPG 12 kg: Rp208.000
Pemerintah Siapkan Pengganti LPG
Beban impor yang besar mendorong pemerintah mencari alternatif. Tiga opsi tengah disiapkan:
Pertama, Compressed Natural Gas (CNG) sebagai substitusi langsung LPG.
Kedua, gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME).
Ketiga, perluasan Jaringan Gas (Jargas) langsung ke rumah tangga.
Pemerintah menargetkan ketergantungan pada impor LPG berkurang secara bertahap. Subsidi energi pun diharapkan lebih tepat sasaran.***

