Portal Pantura, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mendatar pada perdagangan pekan depan.
Bursa saham Indonesia ditutup melemah 0,43% di posisi 8.508,7 pada Jumat (28/11/2025). Pelemahan ini dipicu aksi ambil untung investor setelah IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang pekan ini.
Analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.470 hingga 8.600 selama lima hari ke depan.
Tekanan dari Sektor Teknologi
Saham teknologi mencatat koreksi terdalam pada perdagangan Jumat. Sebaliknya, saham energi membukukan penguatan paling signifikan.
Rupiah terdepresiasi ke level Rp16.675 per dolar AS. Padahal, mata uang Garuda sempat menguat lebih awal pekan ini.
Indeks bursa Asia ditutup beragam pada akhir pekan.
Sinyal Teknikal Campuran
Secara teknikal, histogram MACD menunjukkan tren positif yang melemah. Indikator Stochastic RSI bergerak turun.
IHSG ditutup di bawah moving average 5 hari, namun masih bertengger di atas MA 20 hari.
“Secara jangka menengah dan panjang, IHSG tetap berada di zona bullish,” tulis Phintraco dalam laporannya, Jumat sore.
Inflasi Jepang Perkuat Sentimen Kenaikan Suku Bunga
Investor mencermati rilis data ekonomi terkini dari Jepang. Inflasi negara Sakura turun menjadi 2,7% pada Oktober dari 2,8% sebulan sebelumnya.

