Namun inflasi inti justru naik menjadi 2,8% dari 2,7% di September 2025.
Angka inflasi ini melampaui target Bank Sentral Jepang sebesar 2%. Kondisi ini memperbesar kemungkinan kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat.
Agenda Data Ekonomi Domestik
Pelaku pasar akan memantau sejumlah indikator ekonomi dalam negeri pekan depan.
Pada Senin (1/12/2025), Badan Pusat Statistik akan merilis tiga data sekaligus: indeks PMI manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi November 2025.
Bank Indonesia dijadwalkan mengumumkan cadangan devisa pada Jumat (5/12/2025).
Neraca perdagangan Oktober diestimasi surplus US$3,8 miliar, turun dari US$4,34 miliar pada September.
Inflasi November diperkirakan mencapai 0,3% secara bulanan dan 2,8% secara tahunan. Angka ini sedikit lebih tinggi dibanding Oktober yang tercatat 0,28% month-on-month dan 2,86% year-on-year.
Rekomendasi Saham
Phintraco Sekuritas merekomendasikan enam saham untuk dipantau pada perdagangan Senin:
- PWON (Pakuwon Jati)
- INKP (Indah Kiat Pulp & Paper)
- PGAS (Perusahaan Gas Negara)
- NCKL (Trimegah Bangun Persada)
- PSAB (J Resources Asia Pasifik)
- ERAA (Erajaya Swasembada)
Catatan: Investasi saham mengandung risiko. Lakukan analisis mandiri atau konsultasi dengan perencana keuangan berlisensi sebelum mengambil keputusan investasi.***

