TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Ekonomi

KUD Wanasari Jadi Pusat Percontohan Koperasi Merah Putih di Brebes

×

KUD Wanasari Jadi Pusat Percontohan Koperasi Merah Putih di Brebes

Sebarkan artikel ini
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Kabupaten akan menjadi laboratorium nasional untuk menguji model koperasi yang lebih kuat dan mandiri. Pemerintah daerah telah menunjuk KUD Wanasari sebagai pusat penguatan jaringan koperasi dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)—inisiatif strategis yang melibatkan kolaborasi antara kementerian, BUMN, perbankan, dan sektor swasta.

Pilihan Strategis untuk Pemberdayaan Ekonomi Desa

Keputusan menjadikan KUD Wanasari sebagai hub pilot ini bukan kebetulan. Wakil Bupati Wurja menjelaskan bahwa koperasi tersebut telah membuktikan kapabilitasnya melalui rekam jejak dan infrastruktur yang solid.

“Koperasi harus kembali menjadi pilar utama ekonomi kerakyatan,” ujar Wurja dalam acara Rapat Koordinasi Piloting Hub KDKMP di Kantor Pemerintahan Terpadu, Senin lalu.

iklan

Langkah ini bukan sekadar formalitas. Pemkab berkomitmen menyiapkan minimal 20 Koperasi Desa/Kelurahan sebagai mitra awal untuk memperkuat ekosistem koperasi lokal. Target ambisius ini menunjukkan keseriusan daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Tiga Pilar Transformasi Koperasi Modern

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan , Drs Khaerul Abidin MM, mengungkap bahwa program ini berfokus pada tiga elemen fundamental:

a) Transparansi Manajemen Implementasi aplikasi terintegrasi untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan koperasi. Langkah digital ini memastikan setiap transaksi tercatat dengan baik dan dapat dipantau secara real-time.

b) Akses Permodalan yang Terukur Sinergi dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan jaringan perbankan akan membuka aliran dana bergulir yang tepat sasaran. Ini memungkinkan koperasi desa mengakses modal dengan bunga rendah untuk mengembangkan usaha.

c) Penguatan Rantai Pasok Produk UMKM dari koperasi desa akan dihubungkan langsung dengan pembeli skala besar—BUMN dan perusahaan swasta nasional. Model ini menghilangkan perantara yang tidak perlu dan meningkatkan margin keuntungan petani dan pengrajin lokal.

Kolaborasi Multi-Stakeholder Sebagai Kunci Sukses

Kesuksesan program ini sangat bergantung pada sinergi multipihak. Acara koordinasi menghadirkan representasi dari Kementerian Koperasi RI, Direktur Utama LPDB Koperasi, perwaklian Bank Himbara, pimpinan BUMN, dan perusahaan swasta nasional.

Kehadiran beragam stakeholder ini menunjukkan bahwa transformasi koperasi dipandang sebagai agenda bersama yang menguntungkan seluruh ekosistem ekonomi.

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P