Portal Pantura – Angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara nasional berhasil membaik dan turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026.
Meski kondisi ketenagakerjaan membaik, kelompok lulusan pendidikan menengah dan tinggi ternyata masih kesulitan terserap pasar kerja.
Lulusan SMK Catat Persentase Pengangguran Tertinggi
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menempati urutan teratas pengangguran di Indonesia.
Tingkat pengangguran pada kelompok lulusan SMK ini tercatat menyentuh angka 7,68 persen.
Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja berlatar belakang SMK, sekitar delapan orang di antaranya belum bekerja.
Sementara itu, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) menyusul di posisi kedua dengan TPT sebesar 6,17 persen.
Untuk lulusan perguruan tinggi (Diploma IV hingga S3), angka pengangguran berada di kisaran 6,09 persen.
Adapun lulusan Diploma I hingga III mencatatkan TPT sebesar 4,75 persen, diikuti lulusan SMP sebesar 4,16 persen.
Uniknya, kelompok dengan tingkat pengangguran terendah justru berasal dari lulusan SD ke bawah, yakni hanya 2,31 persen.
Lulusan SMA Menyumbang Jumlah Penganggur Terbanyak
Walaupun lulusan SMK memegang persentase tertinggi, lulusan SMA menjadi penyumbang jumlah pencari kerja terbanyak secara kuantitas.
Tim Redaksi

