Ukuran teks
Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik 5,5 basis poin menjadi 4,525 persen, sehingga menarik minat modal asing untuk beralih dari pasar domestik ke instrumen AS yang dinilai lebih menguntungkan.
Proyeksi Pergerakan Rupiah
Sejumlah analis memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut dalam waktu dekat. Menurut pengamat, pasar kini menantikan notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Juni, yang diperkirakan mengungkap pandangan Ketua The Fed, Kevin Warsh, mengenai arah kebijakan suku bunga selanjutnya.
Jika notulen tersebut menunjukkan sikap kebijakan moneter yang ketat, ekspektasi inflasi global berpotensi menekan likuiditas di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.***
Berita Pilihan
