UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Ekonomi

Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS: Bank Indonesia Ungkap Penyebab dan Langkah Penyelamatan

×

Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS: Bank Indonesia Ungkap Penyebab dan Langkah Penyelamatan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Rupiah. Foto: bangunstockproduction/pexels.
Ilustrasi Rupiah. Foto: bangunstockproduction/pexels.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura – Nilai tukar terus tertekan. Kurs mendekati level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat pada akhir pekan ini.

Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), melemah ke posisi Rp17.880 per dolar AS. Bank Indonesia langsung turun tangan.

Tiga Faktor Penekan

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyebut ada tiga faktor utama yang menekan saat ini.

iklan

Pertama, ketidakpastian global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang belum mereda. Kedua, meningkatnya kebutuhan valuta asing secara musiman. Ketiga, terbatasnya aliran masuk dolar AS ke pasar domestik.

“Terdapat peningkatan kebutuhan valas secara musiman, antara lain untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen,” ujar Denny.

Bank Indonesia Intervensi di Tiga Lini

Bank Indonesia tidak tinggal diam. Otoritas moneter itu mengoptimalkan intervensi di tiga jalur pasar sekaligus.

Di pasar offshore, Bank Indonesia masuk melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF). Di pasar domestik, dilakukan melalui transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Selain itu, Bank Indonesia secara konsisten membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebelumnya menegaskan komitmen lembaganya hadir di pasar 24 jam penuh, tujuh hari seminggu, untuk menjaga stabilitas .

Batas Beli Dolar Diperketat Mulai Juni 2026

Bank Indonesia juga memperketat aturan pembelian dolar AS tanpa underlying. Mulai Juni 2026, batas pembelian dolar tunai diturunkan menjadi USD25.000 per pelaku per bulan.

Langkah ini bertujuan meredam lonjakan permintaan dolar AS dari pelaku yang tidak memiliki kebutuhan transaksi riil.

Setyo

Terbaru dari Setyo