Satu terobosan penting yang akan diterapkan adalah penggunaan teknologi pengenalan wajah (face recognition). Langkah ini diharapkan mampu menyapu bersih masalah klasik seperti data ganda atau penerima yang tidak berhak.
Bagi warga yang terverifikasi memenuhi kriteria, dana akan langsung ditransfer. Sebaliknya, sistem yang baru ini juga dinilai lebih humanis karena pemerintah membuka ruang sanggah bagi masyarakat yang merasa berhak namun belum terdaftar.
“Jadi akan targeted (tepat sasaran) dan akan membuat keadilan. Sekarang kan banyak yang tidak berhak menerima. Tetapi yang berhak, banyak juga yang tidak menerima,” pungkas Luhut.
Lewat pengembangan sistem yang dilakukan secara bertahap ini, pemerintah optimis dapat mengevaluasi setiap kekurangan sebelum diterapkan secara nasional. Harapannya, bansos tunai ini menjadi jalan keluar yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.***

