Penyebab Fluktuasi Harga Komoditas
Menteri Perdagangan Budi Santoso sempat menjelaskan bahwa fluktuasi harga komoditas seperti cabai sangat bergantung pada faktor produksi musiman.
“Kondisi cuaca saat ini menyebabkan volume produksi di tingkat petani menurun signifikan,” ungkap Menteri Perdagangan Budi Santoso terkait dinamika komoditas cabai.
Guna mengantisipasi dampak tersebut, Kementerian Perdagangan mengklaim terus menjalin komunikasi intensif dengan para petani cabai di berbagai daerah.
Langkah kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong optimalisasi hasil produksi pertanian di tengah tantangan fenomena cuaca yang terus berubah.
Ancaman Cuaca Ekstrem dan Proyeksi Global
Tantangan pasokan pangan diprediksi masih membayangi akibat fenomena cuaca ekstrem Super El Nino yang mulai berkembang sejak awal tahun 2026.
Kombinasi cuaca ekstrem dan lonjakan harga energi akibat konflik kawasan diperkirakan akan makin menekan rantai pasok komoditas global.
Laporan analisis Goldman Sachs menyebutkan bahwa fenomena Super El Nino berkekuatan tinggi berpotensi mendongkrak harga komoditas pangan hingga 15,8 persen.
Namun, dampak kenaikan harga tersebut diproyeksikan baru akan terasa signifikan pada paruh kedua tahun 2028 mendatang.
Peringatan Dampak Inflasi dari IMF
International Monetary Fund (IMF) dalam laporan terbarunya memproyeksikan harga pangan global akan naik sekitar 5 persen pada tahun 2026.
IMF menilai bahwa kenaikan harga pangan berisiko tergerusnya daya beli masyarakat, khususnya pada kelompok rumah tangga berpendapatan rendah.***
Catatan Redaksi
Harga sewaktu-waktu dapat berubah dan bervariasi di setiap daerah.

