UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Gaya Hidup

Kalender Jawa 15 Oktober 2026 Kamis Kliwon: Cek Neptu dan Weton Lengkap

×

Kalender Jawa 15 Oktober 2026 Kamis Kliwon: Cek Neptu dan Weton Lengkap

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kalender Jawa. (Foto: Generate ChatGPT)
Ilustrasi kalender Jawa. (Foto: Generate ChatGPT)
⚡ RINGKASAN
 Simak detail Kalender Jawa 15 Oktober 2026 weton Kamis Kliwon lengkap dengan jumlah neptu, wuku Kulawu, dan penanggalan Hijriah.

Portal Pantura – Penanggalan tradisional Jawa masih menjadi acuan penting bagi sebagian besar masyarakat dalam menentukan hari baik.

Setiap kombinasi hari Masehi dan pasaran Jawa memiliki hitungan neptu tersendiri yang mengandung makna filosofis.

Rincian Weton 15 Oktober 2026

Pada penanggalan Masehi, tanggal 15 Oktober 2026 bertepatan langsung dengan hari Kamis.

iklan

Sementara itu, dalam sistem penanggalan Jawa hari tersebut jatuh pada pasaran Kliwon.

Kombinasi antara hari Kamis dan pasaran Kliwon ini menghasilkan weton Kamis Kliwon.

Secara bersamaan, tanggal ini menandai awal bulan dalam penanggalan tradisional Jawa.

Hasil perhitungannya mencatatkan tanggal 3 Jumadilawal pada tahun Jawa 1960.

Perhitungan Jumlah Neptu Kamis Kliwon

Perhitungan nilai neptu didapatkan dari penjumlahan angka hari Masehi dan pasaran Jawa.

Hari Kamis memiliki nilai neptu sebesar 8 dalam hitungan tradisional.

Pasaran Kliwon juga memiliki nilai angka neptu yang sama, yaitu 8.

Dengan demikian, total neptu untuk weton Kamis Kliwon adalah 16.

Angka neptu 16 ini tergolong cukup tinggi dalam ramalan dan perhitungan weton Jawa.

Informasi Wuku dan Kalender Hijriah

Selain pasaran dan neptu, penanggalan Jawa juga mengenal sistem putaran pekan yang disebut wuku.

Untuk tanggal 15 Oktober 2026 ini, wuku yang sedang berjalan adalah wuku Kulawu.

Sistem Penanggalan Islam atau Hijriah juga berjalan berdampingan dengan penanggalan Jawa tersebut.

Berdasarkan kalender Islam, tanggal tersebut bertepatan dengan 3 Jumadil Awal 1448 Hijriah.

Penetapan tanggal ini memudahkan masyarakat dalam menyelaraskan agenda keagamaan dan tradisi budaya.***

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P