IKLAN
Gaya Hidup

Waspada Gula Tersembunyi di Menu Idul Adha: Ketupat, Kecap Manis, hingga Santan Bisa Picu Lonjakan Gula Darah

Avatar photo
×

Waspada Gula Tersembunyi di Menu Idul Adha: Ketupat, Kecap Manis, hingga Santan Bisa Picu Lonjakan Gula Darah

Sebarkan artikel ini
Opor ayam. (Foto: Pexels/Teguh S)
Opor ayam. (Foto: Pexels/Teguh S)

Portal Pantura – identik dengan berlimpahnya daging kurban. Tapi ada ancaman kesehatan lain yang jarang disadari: gula tersembunyi di balik – yang terasa gurih dan asin.

Banyak hidangan khas Lebaran Haji justru menyimpan “bom gula” yang bisa memicu lonjakan glukosa darah secara drastis. Bukan dari minuman manis atau kue, tapi dari lauk dan pelengkap yang tampak biasa saja.

Gorengan dan Bakwan: Asin tapi Berbahaya

IKLAN

Tepung terigu adalah salah satu sumber gula tersembunyi yang paling sering diabaikan. Bakwan, tempe goreng, atau gorengan lain memang rasanya gurih. Namun tepung terigu mengandung karbohidrat cepat cerna sekitar 77 persen.

Di dalam tubuh, tepung halus dipecah cepat oleh enzim amilase menjadi glukosa bebas. Glukosa itu langsung diserap darah. Inilah yang disebut ilusi rasa asin—tidak terasa manis, tapi beban glikemiknya tetap tinggi.

Ketupat, Lontong, dan Nasi Putih: Trio Pemicu Gula Darah

Ketiga ini masuk kategori karbohidrat sederhana. Ketiganya sangat cepat memicu lonjakan gula darah. Penderita diabetes disarankan membatasi konsumsinya hanya sekitar 100 gram per sajian, atau menggantinya dengan nasi merah yang lebih kaya serat.

Kecap Manis di Sate dan Semur: Jebakan Manis yang Nyata

Kecap manis adalah bumbu khas Indonesia dengan kandungan gula tambahan yang cukup tinggi. Penggunaannya dalam marinasi sate, kuah semur, hingga tongseng bisa menjadi jebakan bagi penderita diabetes atau siapa pun yang sedang menjaga pola makan.

Dokter spesialis gizi menyarankan penggunaan kecap manis dibatasi hanya satu hingga dua sendok makan per sajian. Lebih dari itu, risiko lonjakan gula darah meningkat signifikan.

Santan di Opor dan Gulai: Indeks Glikemik Mengejutkan

Santan memang memiliki beban glikemik rendah. Namun indeks glikemiknya tercatat sangat tinggi, mencapai angka 97. Artinya, santan tetap mampu memengaruhi kadar gula darah—terutama bila dikonsumsi dalam porsi tidak terkontrol.

Opor ayam, rendang, dan gulai yang kaya santan perlu dinikmati secukupnya, bukan sepuasnya.

Bumbu Kacang Sate: Kombinasi Gula yang Menumpuk

Bumbu kacang bukan sekadar lemak. Campuran gula merah dan kecap manis di dalamnya menambah akumulasi gula dalam satu piring makan. Bila ditambah lontong dan kuah berbasis santan, beban glikemik dari satu porsi sate lengkap bisa cukup besar.

Cara Aman Menikmati Hidangan Kurban

Memahami bahwa gula tidak selalu hadir dalam rasa manis adalah langkah pertama menjaga kesehatan di hari raya. Kuncinya adalah keseimbangan.

Selalu tambahkan sayuran berserat tinggi di setiap piring makan. Serat membantu memperlambat penyerapan glukosa dari . Dengan begitu, momen kebersamaan di tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.***

Tim Redaksi

Julista Putri
Reporter Julista Putri
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura