Portal Pantura – Mimpi tentang Brebes Selatan sebagai kabupaten baru kini diwarnai dinamika internal yang menarik perhatian. Dua organisasi dengan visi sama namun cara berbeda tengah berjalan di jalur masing-masing.
Dua Organisasi, Satu Tujuan
Presidium Pemekaran Brebes Selatan adalah pioneer gerakan ini. Mereka adalah para pelopor yang pertama kali menggulirkan gagasan pemekaran daerah. Pengalaman, arsip, dan jejak sejarah menjadi modal utama kelompok ini.
Di sisi lain, muncul Komite Percepatan Pemekaran Brebes. Organisasi baru ini hadir dengan pendekatan berbeda. Tanpa badan hukum formal, tanpa AD/ART, dan tanpa tata tertib tertulis, komite justru mengandalkan kekuatan akar rumput hingga tingkat RT.
Keduanya mengklaim memperjuangkan kepentingan rakyat Brebes Selatan. Namun langkah mereka tidak seirama.
Strategi yang Berbeda
Presidium mengandalkan jalur formal dan pengalaman panjang dalam mengadvokasi pemekaran. Mereka memiliki dokumentasi lengkap dan pemahaman mendalam tentang proses birokrasi.
Komite Percepatan memilih strategi berbeda. Mereka fokus pada mobilisasi massa dan penetrasi hingga level paling bawah. Energi dan kecepatan menjadi senjata utama mereka.
Perbedaan ini menciptakan persaingan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Padahal pemekaran daerah membutuhkan kekuatan bersama, bukan perpecahan internal.
Dampak bagi Masyarakat
Warga Brebes Selatan menyaksikan situasi ini dengan perasaan campur aduk. Ada harapan besar terhadap terwujudnya kabupaten baru. Namun juga ada kekhawatiran jika perpecahan internal justru menghambat proses.
Pemekaran daerah sejatinya bukan panggung untuk saling mengalahkan. Ia adalah proses kolektif yang membutuhkan persatuan semua elemen masyarakat.
Potensi Sinergi
Jika keduanya mau bersatu, potensi yang tercipta sangat besar. Presidium dapat menyumbangkan pengalaman, pengetahuan prosedur, dan jaringan yang sudah terbangun.
Tim Redaksi
