Ketenangan Subuh yang Terkoyak: Imam Masjid Diserang Saat Memimpin Salat Portal Pantura, Brebes – Senin pagi itu seharusnya menjadi seperti hari-hari biasanya di Masjid Al-Itihad, Desa Jatibarang Lor, Kecamatan Jatibarang, Brebes. Saat langit masih gelap dan suara azan Subuh baru saja memecah kesunyian, jamaah berdatangan untuk menunaikan kewajiban ibadah. Namun, ketenangan tersebut mendadak berubah menjadi kepanikan ketika sosok tak dikenal masuk ke dalam masjid. Sayyidi Ali Mizra (49), imam yang rutin memimpin Salat Subuh di masjid tersebut, tak pernah menyangka bahwa momen khusyuknya bersama jamaah justru berujung pada insiden memilukan. Di tengah doa dan lantunan ayat suci, seorang pria tiba-tiba menghampirinya dan diduga melakukan tindakan penganiayaan. "Semuanya terjadi begitu cepat. Kami sedang salat, tiba-tiba ada orang masuk dan menyerang Pak Ali," ujar salah satu jamaah yang enggan disebutkan namanya. Suasana masjid yang biasanya damai seketika berubah kacau, jamaah berusaha menolong sang imam yang mengalami luka. Laporan warga segera diteruskan ke Polsek Jatibarang. Tak butuh waktu lama bagi petugas untuk tiba di lokasi dan mengamankan pelaku beserta barang bukti sebuah sepeda motor yang digunakan. Pelaku diketahui bernama Saidul Mubarok alias Said, warga Desa Kubangwungu, Kecamatan Ketanggungan. Kapolsek Jatibarang, Kompol Budi Supartoyo, mengungkapkan bahwa saat diamankan, Saidul tampak tidak kooperatif. "Ia terus melafalkan takbir saat dimintai keterangan," jelas Kompol Budi. Keluarga pelaku menyebutkan, Saidul diduga mengalami depresi yang mungkin memicu tindakan nekat tersebut. Sementara itu, korban dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Sehat Jatibarang sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Brebes untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Kondisi kesehatan Sayyidi Ali Mizra kini masih dalam pemantauan tim medis. Bagi warga sekitar, Sayyidi Ali dikenal sebagai sosok imam yang ramah dan bersahaja. Insiden yang menimpanya meninggalkan duka mendalam bagi para jamaah yang selama ini terbiasa merasakan bimbingannya dalam setiap ibadah Subuh. Pihak kepolisian masih mendalami kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi guna mengungkap motif di balik aksi pelaku. "Kami berupaya menangani kasus ini secara profesional dan humanis. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi," tegas Kompol Budi. Di balik garis polisi yang kini terpasang, Masjid Al-Itihad kembali sunyi. Warga berharap, peristiwa ini menjadi yang terakhir kalinya terjadi di tempat ibadah, sebuah ruang yang seharusnya selalu menjadi simbol kedamaian.***