Portal Pantura, Brebes – Langkah kakinya tegap, tangannya kokoh memegang baki tempat Sang Merah Putih bersemayam. Di balik senyum penuh percaya diri saat melangkah di lapangan upacara, ada usapan air mata haru yang menyelimuti perasaan Aura Usva Kirana usai menuntaskan tugas suci pada Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.
Siswi SMK Ma’arif NU Tonjong ini dipercaya mengemban amanah krusial sebagai pembawa baki bendera. Siapa sangka, di balik penampilannya yang cantik, anggun dan berwibawa, Aura lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Ayahnya bekerja keras setiap hari sebagai buruh harian tukang gali sumur bor.
Perjuangan Melawan Rasa Malu Demi Membanggakan Orang Tua
Tampil di hadapan ratusan pasang mata—termasuk keluarganya sendiri yang hadir menyaksikan dari pinggir lapangan—sempat membuat remaja asal Dukuh Karangmangu, Desa Karangjongkeng, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes ini merasa gugup dan malu. Namun, tekad untuk membahagiakan orang tua meruntuhkan segala keraguan tersebut.
Aura membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk mengukir prestasi terbaik di panggung kehormatan.
“Alhamdulillah, pastinya senang banget, bangga juga,” kata Aura dengan wajah berseri-seri.
Ibarat menyulut obor semangat bagi generasi muda lainnya, Aura berpesan agar adik-adik kelasnya kelak tidak ragu untuk melangkah dan mengikuti seleksi Paskibra. Menurutnya, kerja keras dan kedisiplinan akan membuahkan hasil manis tanpa memandang latar belakang keluarga.
Sakralnya Pengibaran Sang Merah Putih di Tangan Putra-Putri Terbaik
Keberhasilan Aura mengibarkan Merah Putih tidak lepas dari kerja sama yang solid dalam Pasukan 8. Prosesi sakral tersebut dipimpin oleh Syekh Ilman Nafian sebagai pengerek bendera, Rafli Bagas Syaputra sebagai penerima bendera, serta Bima Sakti Prasetio dari SMK Negeri 1 Tonjong sebagai pembentang bendera.
Bima tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya begitu bendera Merah Putih terbentang sempurna tanpa celah di udara Tonjong.
“Perasaan saya sangat senang dan gembira, terutama lega karena bendera bisa terbentang dan berkibar dengan sempurna,” puji Bima, yang sempat melontarkan gurauan hangat agar adik kelasnya meneruskan estafet perjuangan mereka tahun depan.
Rasa bangga senada diutarakan Komandan Pleton (Danton) Pasukan 17, Dede Rama Wali Mukaffa. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota yang berdiri di lapangan adalah orang-orang terpilih yang berhasil lolos dari ketatnya tahapan seleksi.

