IKLAN
Inside

Pesantren dalam Kungkungan Feodalisme (?)

Avatar photo
×

Pesantren dalam Kungkungan Feodalisme (?)

Sebarkan artikel ini
Aly Sobirin El-Muannatsy.
Aly Sobirin El-Muannatsy.

Portal Pantura – Pesantren itu feodal. Santri tunduk pada kiai, tak boleh membantah, tak boleh menatap terlalu lama. Hirarki dijaga ketat, tradisi dipertahankan, dan kata patuh dijadikan mantra suci. Begitu kata orang luar.

Lucunya, sebagian yang paling gemar menuding feodalisme di pesantren justru hidup di tengah feodalisme yang perlente, klimis, dan rapi—bahkan lebih berpendingin ruangan.

IKLAN

Cobalah tengok ke ruang-ruang rapat di gedung bertingkat itu. Di sana, setiap ucapan pimpinan dianggap sebagai wahyu yang tidak boleh dibantah. Setiap kalimatnya ditulis ulang dalam notulensi, diperindah dalam slide presentasi, dan dipatuhi bahkan sebelum ia selesai berbicara.

Kalau santri mencium tangan kiai karena hormat, mereka mencium tangan karena jabatan. Jika santri mengaji karena ingin paham, mereka hadir rapat karena ingin aman.

Feodalisme, rupanya, kini tak lagi bersarung. Ia kini berjas, berdasi, berpin emas, dan menulis kutipan motivasi di media sosial.

Pesantren memang punya hirarki. Ada kiai, ada ustaz, ada santri. Hal yang tidak diketahui oleh orang luar, adalah bahwa hirarki itu dibangun di atas ilmu dan ketaatan, bukan kekuasaan.

Seorang kiai dihormati bukan karena ia berkuasa, melainkan karena ia berilmu. Ia tak memerlukan jabatan untuk disegani; cukup menjadi sumber pencerahan bagi yang haus makna.

Sementara di luar sana, banyak yang dihormati hanya karena posisi, bukan kontribusi. Kita menyebut mereka “atasan”, bukan “panutan”.

Dan di situlah feodalisme modern bersembunyi—ketika posisi lebih dihargai daripada pengabdian, ketika senyum lebih penting daripada substansi, ketika lidah berbisa lebih nendang daripada karya.
Ada istilah yang amat populer: ABS—Asal Bapak Senang.

Di negeri ini, ABS menjadi kitab suci tak tertulis. Ditahbiskan di setiap rapat, mentradisi di setiap lembaga. Pasalnya sederhana: yang membuat atasan senang akan selamat, yang berkata jujur bisa tamat.

Tim Redaksi

Imam Muzaki
Reporter Imam Muzaki
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki