UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Insight

Mengenal Kekuatan Ekonomi Israel: Dari Anomali Gurun hingga Raksasa Teknologi Timur Tengah

×

Mengenal Kekuatan Ekonomi Israel: Dari Anomali Gurun hingga Raksasa Teknologi Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Foto: Naya Shaw/pexels.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura – Israel, negara kecil di Timur Tengah yang kerap dikelilingi konflik dan negara-negara Arab, ternyata punya ketahanan ekonomi yang sangat kuat. Meski luas wilayahnya tak seberapa dan mayoritas wilayahnya tandus, produk domestik bruto (PDB) Israel pada tahun 2022 tercatat mencapai 525 miliar dolar AS (sekitar Rp8.490 triliun). Angka ini menempatkannya di posisi kedua tertinggi di Timur Tengah, mengungguli Uni Emirat Arab yang dikenal dengan Dubai-nya.

Pertanyaannya: bagaimana Israel bisa begitu kuat secara ekonomi? Apakah karena minyak seperti Arab Saudi, atau pariwisata seperti Dubai? Jawabannya, tidak. Kekuatan ekonomi Israel justru datang dari inovasi dan strategi yang tepat sejak awal berdiri.

Negara Tanpa Harapan

Saat berdiri pada 1948, Israel bukanlah negara yang menjanjikan. Sekitar 95% wilayahnya gersang dan tak cocok untuk pertanian atau peternakan. Dua pertiga dari penduduknya kala itu adalah imigran korban Holocaust. Israel juga langsung menghadapi berbagai perang, mulai dari Perang Arab-Israel 1948, Perang Enam Hari 1967, hingga konflik berkepanjangan dengan Palestina.

iklan

Banyak yang memprediksi negara ini tidak akan bertahan lama. Namun, Israel justru tumbuh pesat dan kini menjadi salah satu negara paling maju di kawasan.

Investasi Awal dan Kebijakan Tepat

Pertumbuhan Israel tak lepas dari bantuan negara-negara Barat seperti AS, Italia, dan Prancis. Jerman Barat juga memberikan kompensasi atas Holocaust melalui Perjanjian Luksemburg. Dana dari diaspora Yahudi di seluruh dunia juga ikut menopang.

Namun, kekuatan sebenarnya terletak pada bagaimana Israel mengelola bantuan tersebut. Salah satu instrumen penting adalah Histadrut, serikat buruh yang juga mengelola berbagai perusahaan strategis. Fokus mereka adalah efisiensi, riset dan pengembangan, serta disiplin kinerja. Jika ada perusahaan yang tidak untung atau tak efisien, maka akan ditutup.

Melalui Histadrut, Israel berhasil mengembangkan sektor pertanian meski kondisi tanah tak ideal. Perusahaan seperti Netafim menciptakan teknologi irigasi yang mampu menghemat air hingga 40% dan meningkatkan hasil panen sampai 50%.

Transformasi ke Teknologi

Masuk ke era 1990-an, Israel mengalihkan fokus ke teknologi. Melalui program The Yozma Group, pemerintah menjamin kerugian investor asing, sekaligus menawarkan insentif besar. Strategi ini membuat modal asing masuk deras, dan lahirlah kawasan teknologi Silicon Wadi, pusat dari ribuan startup seperti Monday.com, Helios, hingga kantor besar Google dan Apple.

Pada 2021, investasi modal ventura di Israel tembus 22 miliar dolar AS atau Rp340 triliun. Israel juga gencar berinvestasi di sektor pendidikan dan militer, menghasilkan inovasi teknologi pertahanan seperti Iron Dome dan tank Merkava. Ekspor senjata pada 2022 mencapai 12,5 miliar dolar AS atau Rp193 triliun.

Ketahanan Sosial dan Pendidikan

Israel juga unggul dalam indeks pembangunan manusia. Tingkat melek huruf mencapai 97%, harapan hidup lebih dari 83 tahun, dan sistem kesehatan tergolong maju. Semua ini menjadi fondasi kuat bagi pembangunan jangka panjang.

Tim Portal Pantura

Terbaru dari Tim Portal Pantura