Portal Pantura, Brebes – Ancaman nyata kini tengah menghantui puluhan jiwa yang bermukim di bantaran Sungai Pedes, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Sejumlah rumah warga dilaporkan telah ambrol dan rusak parah akibat tergerus abrasi sungai yang kian mengkhawatirkan.
Sayangnya, hingga detik ini belum ada langkah penanganan fisik secara serius dari instansi berwenang di tingkat kabupaten maupun provinsi. Kondisi tersebut memicu keresahan mendalam bagi masyarakat sekitar yang khawatir tempat tinggal mereka sewaktu-waktu ikut ambruk.
Gerak Pemdes Kutamendala Lewat Musrenbangdes
Menanggapi darurat bencana alam tersebut, Pemerintah Desa Kutamendala tidak tinggal diam menghadapi ancaman keselamatan warga. Melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), pihak desa resmi mengusulkan kembali pembangunan tembok penahan tebing.
Fokus utama pembangunan penahan tebing tersebut diprioritaskan berada di wilayah RW 09 yang kondisinya paling parah. Usulan krusial ini diharapkan mampu membendung laju longsor susulan sekaligus melindungi keselamatan harta benda masyarakat.
Revitalisasi Jembatan hingga Infrastruktur Pendukung
Selain fokus pada penanganan abrasi sungai, Musrenbangdes juga merumuskan sejumlah program prioritas pembangunan infrastruktur lainnya. Salah satu poin penting yang turut disepakati adalah usulan revitalisasi jembatan Sungai Prupuk demi kelancaran mobilitas warga.
Pemerintah desa juga menyoroti pentingnya penambahan titik penerangan jalan umum untuk meningkatkan keamanan kawasan. Langkah ini dinilai mendesak guna menekan angka kriminalitas sekaligus mempermudah aktivitas warga pada malam hari.
Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur Pemerintahan
Tidak hanya pembangunan fisik, Musrenbangdes Kutamendala turut membidik sektor peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur desa. Kapasitas kinerja perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa direncanakan mendapat porsi pelatihan khusus.
Program pembinaan ini bertujuan agar pelayanan publik kepada masyarakat desa dapat berjalan secara lebih optimal dan profesional. Sinergi antara pemerintah desa dan BPD diyakini menjadi kunci sukses pembangunan daerah ke depan.
Proyeksi Perencanaan Anggaran untuk Tahun 2028
Seluruh rangkaian usulan strategis yang telah disepakati tersebut dipersiapkan secara matang untuk perencanaan anggaran tahun 2028. Pemerintah desa sengaja mengambil langkah cepat agar skala prioritas daerah segera terakomodasi dengan baik.
“Musrenbangdes ini untuk usulan perencanaan tahun 2028,” ujar Kepala Desa Kutamendala H. Fathuri, S.Ag., saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.

