Portal Pantura, Brebes – Sebanyak 17 peserta dari empat desa di Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, mengikuti tes seleksi calon perangkat desa di SMK Negeri 1 Tonjong. Tes menggunakan sistem CBT dan dibagi dalam dua sesi. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 10 Juli 2025, bertempat di SMK Negeri 1 Tonjong.
Para peserta berasal dari empat desa yang ada di wilayah Kecamatan Tonjong. Masing-masing adalah Desa Karangjongkeng, Purbayasa, Tanggeran, dan Tonjong.
Seleksi ini digelar sebagai bagian dari upaya pengisian jabatan perangkat desa yang kosong, sesuai dengan kebutuhan administrasi pemerintahan desa. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Mereka datang dengan membawa harapan untuk bisa lolos dan mengabdi di desa masing-masing.
Camat Tonjong, Lukman Hakim, SH, SIP, turut hadir memantau jalannya seleksi. Dalam arahannya, ia memberikan motivasi kepada para peserta agar dapat mengikuti tes dengan tenang dan fokus.
“Kerjakan soal yang mudah dulu. Jangan terburu-buru. Pahami dulu perintah soal sebelum menjawab,” kata Lukman memberikan pesan singkat namun penting kepada para peserta.
Lukman juga mengingatkan bahwa menjadi perangkat desa bukan sekadar meraih jabatan, melainkan bentuk tanggung jawab dan loyalitas terhadap kepala desa serta masyarakat. Ia menekankan pentingnya etika dan profesionalisme dalam menjalankan tugas nanti.
“Bagi yang nanti terpilih, harus bisa menunjukkan loyalitas dan kinerja yang baik. Jangan sampai justru menjadi beban bagi pemerintah desa,” tegasnya.
Sementara itu, Nurohim, selaku panitia dari pihak SMK Negeri 1 Tonjong, menjelaskan bahwa tes dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB dengan sistem Computer Based Test (CBT). Pelaksanaan seleksi dibagi menjadi dua sesi.
Sesi pertama merupakan tes tertulis dengan metode CBT. Sesi kedua adalah tes komputer, yang menguji keterampilan dasar operasional perangkat lunak kantor, seperti Microsoft Word dan Excel.
“Khusus untuk formasi Kasi Pelayanan, ada tambahan tes praktik,” ujar Nurohim.
Menurutnya, sistem seleksi yang digunakan dirancang untuk memberikan penilaian objektif dan transparan. Hasil dari masing-masing tahapan tes akan direkap dan diumumkan setelah seluruh proses selesai.
Dengan sistem CBT, nilai peserta akan langsung muncul setelah tes selesai, sehingga meminimalkan kemungkinan manipulasi. Hal ini penting untuk menjaga integritas proses rekrutmen perangkat desa.
Selain pihak kecamatan dan sekolah, perwakilan dari desa-desa terkait juga turut hadir memantau jalannya seleksi. Proses pengawasan dilakukan secara terbuka agar hasil seleksi dapat diterima semua pihak.
Pelaksanaan seleksi perangkat desa ini mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Sebab, keberadaan perangkat desa yang kompeten sangat menentukan kelancaran administrasi dan pelayanan publik di tingkat desa.***
Tim Redaksi

