Desa Penggarutan menghadapi ancaman dari Kali Keruh. Luapan sungai menyapu pemukiman warga di RT 01, 02, dan 04 RW 01.
Sedangkan Desa Dukuhturi mencatat kerugian paling besar. Tiga rumah warga di RT 01 dan 05 RW 01 hilang tersapu arus. Lokasi rumah tersebut berada tepat di pinggiran Daerah Aliran Sungai Kali Keruh.
Kesaksian Warga: Malam Mencekam di Pinggir Sungai
Bejo (59), warga yang tinggal di tepi Kali Keruh, menceritakan kronologi peristiwa malam itu.
Hujan mulai turun sejak Jumat siang. Intensitasnya semakin deras menjelang malam.
“Sekitar pukul 22.00, air Kali Keruh sudah masuk ke rumah-rumah. Kami sempat bertahan,” ungkap Bejo.
Kondisi memburuk menjelang dini hari. Derasnya arus membuat tiga rumah tidak mampu menahan tekanan air.
“Menjelang subuh, tiga rumah roboh dan terbawa arus. Belasan rumah lain juga rusak, termasuk rumah saya. Kami terpaksa mengungsi,” lanjut Bejo.
Warga yang sempat mengungsi kembali mendatangi rumah mereka pada Sabtu pagi. Mereka mencari barang-barang berharga yang masih tersisa.
Kondisi Terkini dan Upaya Penanganan
Pantauan pada Sabtu pukul 09.00 WIB menunjukkan kondisi membaik. Aliran sungai sudah kembali normal setelah hujan berhenti.
Namun, dampak bencana masih terlihat jelas. Lumpur dan sampah berserakan di sekitar pemukiman. Beberapa rumah rusak dengan struktur yang nyaris roboh.

