Portal Pantura, Brebes – Pemerintah Kabupaten Brebes berpacu dengan waktu. Setelah banjir bandang menerjang wilayah selatan pada Jumat (23/1/2026), pemerintah daerah kini fokus mencegah bencana terulang.
Empat unit ekskavator diturunkan ke tiga lokasi strategis di Kecamatan Bumiayu pada Senin (26/01/2026). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi banjir susulan yang masih mengancam.
Tiga Titik Kritis Penanganan Darurat
Penempatan alat berat dilakukan berdasarkan tingkat kerawanan masing-masing wilayah.
Satu unit ekskavator dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan ditugaskan di Sungai Kalikeruh, Desa Penggarutan. Misi utamanya: menambal tanggul yang jebol dan mengancam Desa Adisana.
Di Desa Dukuhturi, satu ekskavator milik Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta DPSDAPR bertugas membuat sodetan. Tujuannya memperlancar aliran air yang menumpuk.
Sementara dua unit ekskavator lainnya difokuskan untuk normalisasi saluran di Desa Adisana. Kedua alat berat ini merupakan bantuan dari Ketua Komisi IV DPRD Brebes Ferri Anggrianto dan pengusaha Slamet Faka.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPSDATARU) Brebes, Moh. Zuhdan Fanani, menekankan pentingnya kecepatan dalam penanganan ini.
“Pemkab Brebes bersama dinas terkait seperti DPU, Perwaskim, DPSDATARU, dan Dinas Pertanian bergerak bersama,” kata Zuhdan saat mendampingi Wakil Bupati Brebes Wurja meninjau lokasi.
Menurutnya, penutupan tanggul, pembuatan sodetan, dan normalisasi saluran menjadi prioritas utama. Apalagi curah hujan di wilayah Brebes selatan masih tinggi.
Keterlibatan swasta dalam penanganan bencana ini menunjukkan model kolaborasi yang efektif. Bantuan alat berat dari pihak legislatif dan pengusaha mempercepat proses penanganan darurat.

