Portal Pantura – Mengabdikan diri tak hanya sebagai aparat penegak hukum, Aiptu Herman Handoko, Kanitsamapta Polsek Adiwerna, Polres Tegal, juga aktif menjadi pengajar di Pondok Pesantren
Salah satunya Pondok Pesantren Yatim Piatu Nuuruddaaroin yang berada di Kelurahan Procot, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.
Sejak tahun 2018, Aiptu Herman secara rutin memberikan materi wawasan kebangsaan dan pendidikan karakter kepada para santri.
Di luar tugasnya sebagai polisi mulai dari patroli, pengaturan lalu lintas, penjagaan, hingga pengawalan.
“Ini bertujuan membentuk pribadi para santri yang tidak hanya taat beragama, tetapi juga memiliki kesadaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Aiptu Herman saat ditemui pada Sabtu (10/5).
Keterlibatan Herman salah satu Pondok Pesantren berawal karena adanya rasa kepeduliannya terhadap nasib anak-anak yatim piatu.
Bersama empat rekannya Aiptu Heri Widiyanto, Aiptu Kardiyanto, Aiptu Budi Wijakyono, dan Aiptu Agung Puji Setiawan.
Ja turut mendirikan pondok pesantren tersebut. Cikal bakalnya adalah sebuah majelis taklim yang telah aktif sejak 2010.
“Pak Herman adalah salah satu pendiri. Dulu kami memulai kegiatan pengajian kecil di majelis taklim, hingga akhirnya sepakat membangun pondok dengan swadaya di atas tanah wakaf,” tutur seorang pengasuh pondok, Kyai M. Abdul Kholik.
Jumlah santri pun terus bertambah. Dari 20 orang saat pertama kali berdiri, kini Pondok Pesantren Nuuruddaaroin telah menampung 75 santri yang seluruhnya tinggal di lingkungan pondok.
Tim Redaksi
