“Kami merawat anak-anak dari awal, dan alhamdulillah kini sudah ada 75 santri.
Harapan kami mereka mendapat ilmu yang bermanfaat dan bisa berkarya bagi masyarakat,” tambah Aiptu Herman.
Pendidikan di pondok diberikan secara gratis selain program keagamaan seperti hafalan Al-Qur’an, kajian kitab, hadrah, para santri dibekali keterampilan seperti memasak dan pengelasan.
“Untuk operasional harian, menyisihkan sebagian gaji sebagai bentuk komitmen untuk membesarkan pondok,” jelas Herman.
Moh. Arifin seorang santri dari Pondok Pesantren menyampaikan rasa syukur bisa menjadi bagian Pondok Pesantren tersebut.
“Kami belajar gratis, dapat uang saku, makan bergizi, tempat tinggal layak, dan berbagai fasilitas di lingkungan Ponpes Nuuruddaaroin,” katanya.
Dukungan pun datang dari berbagai pihak, termasuk Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasetyo, yang menjadi salah satu bapak asuh pesantren.
“Kami mendukung Pondok Pesantren Nuuruddaaroin di Procot, Slawi, untuk mencetak generasi penerus bangsa yang berakhlak dan bermanfaat bagi sesama,” pungkas Kapolres.***
Tim Redaksi
