Portal Pantura, Brebes – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 oleh Kodim 0713/Brebes kembali menunjukkan peran ganda prajurit TNI. Tidak hanya menjalankan tugas pertahanan, personel di lapangan juga terlibat langsung dalam pembangunan infrastruktur desa, bahkan memperlihatkan keterampilan teknis layaknya tukang bangunan profesional.
Di lokasi sasaran fisik TMMD, sejumlah prajurit tampak cekatan mengerjakan pembangunan dinding dan fasilitas umum lainnya. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Pratu Rohman, anggota Batalyon Zeni Tempur 4/Tanpa Kawandya (Yonzipur 4/TK). Prajurit zeni tersebut terlihat piawai menyusun batu bata, meracik adukan semen, hingga memastikan konstruksi berdiri kokoh dan rapi.
Kemampuan tersebut bukan tanpa dasar. Sebagai prajurit zeni tempur, mereka memang dibekali keterampilan teknik konstruksi dan rekayasa lapangan. Namun dalam program TMMD, kemampuan itu diuji secara nyata melalui kerja kolaboratif bersama masyarakat desa.
“Di satuan kami memang dilatih kemampuan teknis konstruksi. Tapi saat diterapkan langsung bersama warga, tantangannya berbeda. Kami berupaya memastikan bangunan yang dibuat benar-benar kuat dan bermanfaat dalam jangka panjang,” ujar Pratu Rohman di sela kegiatan pembangunan, Rabu (18/2/2026).
Kehadiran prajurit dengan keahlian teknis ini mempercepat progres pengerjaan sasaran fisik TMMD, mulai dari pembangunan fasilitas umum hingga infrastruktur pendukung lainnya. Meski waktu pelaksanaan terbatas, kualitas pekerjaan tetap menjadi prioritas.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes dalam keterangan tertulisnya menegaskan bahwa keterlibatan personel dari satuan zeni memiliki peran strategis. Menurutnya, keahlian teknis yang dimiliki prajurit memastikan setiap proyek berjalan sesuai standar konstruksi.
“Personel zeni memiliki kompetensi khusus di bidang teknik. Ini sangat membantu dalam menjamin mutu pembangunan, sehingga hasilnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” jelasnya.
Program TMMD sendiri merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Selain pembangunan fisik, kegiatan ini juga mencakup program nonfisik seperti penyuluhan dan pembinaan masyarakat.
Di lapangan, kolaborasi antara prajurit dan warga terlihat harmonis. Warga tidak hanya terlibat sebagai tenaga bantu, tetapi juga mendapatkan kesempatan belajar teknik pertukangan langsung dari prajurit. Transfer pengetahuan ini menjadi nilai tambah tersendiri dalam pelaksanaan TMMD.
Sejumlah warga mengaku terbantu dengan kehadiran TNI yang tidak segan turun tangan langsung. Mereka menilai hasil pekerjaan cukup rapi dan kokoh, meskipun dikerjakan dalam tempo yang relatif singkat.
Sinergi antara aparat TNI dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan TMMD Reguler ke-127 di Kabupaten Brebes. Pembangunan yang dilakukan tidak semata mengejar target penyelesaian, melainkan juga memastikan kualitas dan keberlanjutan manfaat bagi warga desa.
Melalui program ini, prajurit tidak hanya menunjukkan ketangguhan di medan tugas, tetapi juga kepedulian sosial serta kemampuan teknis yang adaptif. Peran multi-talenta tersebut mempertegas komitmen TNI dalam mendukung pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah pelosok.
Dengan kolaborasi yang solid, TMMD diharapkan mampu menjadi motor percepatan pembangunan desa sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.***
Tim Redaksi

