TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Anggota DPR RI Turunkan Alat Berat Tangani Banjir Kecamatan Bumiayu, Normalisasi Sungai Dimulai

×

Anggota DPR RI Turunkan Alat Berat Tangani Banjir Kecamatan Bumiayu, Normalisasi Sungai Dimulai

Sebarkan artikel ini
Dua unit ekskavator tiba di Desa Dukuhturi dan Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Sabtu (14/2/2026) malam untuk memulai normalisasi Sungai Kali Keruh yang mengalami pendangkalan pascabanjir bandang. Ratusan rumah warga di kedua desa terendam akibat luapan sungai, merusak bangunan dan fasilitas sosial. (Foto: TimHT)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, Brebes – Upaya pemulihan pascabanjir bandang di Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, dimulai Sabtu malam (14/2/2026) dengan pengerahan dua unit ekskavator menuju Desa Dukuhturi dan Desa Adisana. Alat berat tersebut akan digunakan untuk normalisasi Sungai Kali Keruh yang mengalami pendangkalan setelah melanda kawasan tersebut beberapa hari lalu.

bandang yang melanda kedua desa tersebut menyebabkan ratusan rumah warga terendam air. Tidak hanya bangunan tempat tinggal, fasilitas sosial penting seperti sekolah dan madrasah juga mengalami kerusakan akibat luapan sungai.

Dr. Harris Turino, Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan, melalui tim relawannya di wilayah Brebes Selatan, mengirimkan bantuan alat berat untuk mempercepat proses pemulihan. Tim yang dikoordinasikan oleh Ahmad Ridwan Ceper dan Jefry Arsya Robby langsung turun ke lokasi mendampingi warga terdampak.

iklan

“Kami hadir bersama masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Mulai besok, alat berat akan dioperasikan untuk pengerukan sungai, disertai kerja bakti bersama warga,” ujar Samsul Bayur, salah satu koordinator ekskavator yang turut mendampingi tim di lapangan bersama Tasirin Susanto.

Gotong Royong Warga dan Relawan

Proses normalisasi sungai tidak hanya mengandalkan alat berat, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa melalui kerja bakti. Kolaborasi antara warga dan relawan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi musibah ini.

Pendangkalan Sungai Kali Keruh dinilai menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air saat hujan deras. Kondisi ini diperparah dengan rusaknya bendungan sungai yang tidak mampu menahan debit air tinggi, sehingga mengakibatkan bandang yang merusak permukiman dan lahan pertanian warga.

Desakan Pembangunan Bendungan

Selain upaya normalisasi, tim relawan juga mendesak pemerintah untuk segera membangun kembali bendungan Sungai Kali Keruh yang jebol. Pembangunan bendungan dinilai krusial untuk mencegah terulangnya serupa di masa mendatang.

“Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah cepat membangun kembali bendungan agar luapan air tidak lagi mengancam rumah dan sawah warga ketika hujan lebat,” kata Harris Turino dalam keterangannya.

Harris menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal upaya pemulihan ini bersama rekan-rekan di Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan. Menurutnya, politik sejati bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan keberpihakan nyata kepada rakyat.

Keberpihakan kepada Rakyat

Kehadiran langsung relawan dan alat berat di lokasi menjadi bukti konkret kepedulian terhadap masyarakat yang sedang kesulitan. Dalam situasi , kebersamaan dan gotong royong menjadi modal utama untuk bangkit kembali.

“Yang akan dikenang bukan hanya kata-kata, tetapi kehadiran nyata ketika rakyat membutuhkan bantuan,” tegas Harris.

Saat ini, warga kedua desa masih dalam proses pemulihan. Selain kerusakan infrastruktur, mereka juga harus menghadapi kerugian material akibat terendamnya rumah dan lahan pertanian. Proses normalisasi sungai diharapkan dapat mengurangi risiko saat musim hujan tiba.

Tim relawan dan warga akan terus bekerja sama dalam upaya pemulihan hingga kondisi kembali normal. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat memberikan bantuan tambahan dan mempercepat pembangunan infrastruktur pencegah banjir untuk melindungi masyarakat dari ancaman serupa.***

Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki