“Anak muda hari ini punya kreativitas tinggi dan akses media sosial yang luas. Libatkan mereka untuk jadi duta wisata lokal yang bisa membawa Cilacap mendunia,” sarannya.
Perlu Dukungan Infrastruktur dan Promosi Nasional
Tak hanya berhenti pada sisi budaya dan promosi digital, Mba Erma juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur. Aksesibilitas, transportasi yang memadai, serta penataan kawasan wisata harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kalau wisatawan datang tapi akses jalan buruk dan fasilitas minim, tentu pengalaman mereka kurang maksimal. Infrastruktur ini adalah fondasi utama untuk pengembangan pariwisata yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung Festival Nelayan sebagai salah satu pilar utama penguatan sektor pariwisata.
“Sedekah Laut ini bukan hanya warisan budaya, tapi juga aset wisata yang punya daya tarik luar biasa. Kita akan terus berbenah dan menjadikan event ini sebagai wajah Cilacap di mata nasional,” ujar Bupati.
Ia juga menyampaikan harapan agar melalui peran serta Siti Mukaromah di tingkat pusat, Festival Nelayan bisa mendapat perhatian lebih dari kementerian terkait serta promosi media berskala nasional.
“Dengan dukungan lintas sektor, Festival Nelayan akan semakin dikenal dan mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan. Dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM, seniman lokal, dan komunitas nelayan,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara pelestarian budaya, promosi digital, infrastruktur yang memadai, serta keterlibatan generasi muda, Cilacap diharapkan mampu menancapkan diri sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di selatan Jawa Tengah. Festival Nelayan pun tak hanya menjadi perayaan tahunan, melainkan momentum kebangkitan ekonomi dan budaya masyarakat pesisir.***
Tim Redaksi
