IKLAN
News

Antara Mitos dan Makna Sebenarnya

Avatar photo
×

Antara Mitos dan Makna Sebenarnya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi masjid. Foto: Pixabay/pexels.
Ilustrasi masjid. Foto: Pixabay/pexels.

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan… di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus…”

Empat bulan haram tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Allah memerintahkan umat Islam untuk menghormati bulan-bulan ini dengan tidak berbuat zalim. Tapi tidak ada keterangan yang menyebut Safar sebagai bulan buruk atau penuh musibah.

Momentum untuk Introspeksi

IKLAN

Daripada memandang Safar sebagai bulan sial, sebaiknya jadikan momen ini sebagai waktu untuk memperkuat keimanan. Lakukan ibadah rutin, seperti salat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an. Jika ada keinginan untuk berdoa atau meminta perlindungan dari hal buruk, Islam menganjurkan untuk berdoa kapan saja, di bulan apapun.

Dengan begitu, kita tidak terjebak pada mitos. Sebaliknya, kita bisa menjadikan setiap bulan sebagai ladang kebaikan dan refleksi diri.

Bulan Safar hanyalah bagian dari perjalanan waktu. Tidak membawa sial, tidak pula mendatangkan malapetaka. Semua kembali pada cara kita menjalani hidup dan sejauh mana kita mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Daripada terjebak dalam kepercayaan yang keliru, lebih baik jadikan Safar sebagai pengingat untuk selalu memperbaiki diri dan meningkatkan amal ibadah. Sebab, yang menentukan takdir bukan bulan, tapi Sang Pencipta waktu.***

Tim Redaksi

Yudhi P
Reporter Yudhi P
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P