UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Anthony Salim: Taipan di Balik Indomie yang Bangkit dari Krisis 1998

×

Anthony Salim: Taipan di Balik Indomie yang Bangkit dari Krisis 1998

Sebarkan artikel ini
Anthony Salim.
Anthony Salim.
IKLAN
Ukuran teks

Soeharto menugaskan Sudono menjalankan tiga dari empat bidang tersebut. Hasilnya, lahir perusahaan-perusahaan raksasa:

  • PT Bogasari (pangan)
  • PT Indosemen (perumahan)
  • Indomobil (otomotif)
  • Bank BCA (perbankan)

Tahun 1972, semua bisnis ini disatukan dalam payung Salim Group.

Kedekatan Sudono dengan Soeharto sangat erat. Bahkan nama “Sudono” diberikan langsung oleh presiden. Dalam bahasa Jawa, artinya “uang yang baik.”

Anthony Salim: Generasi Kedua yang Revolusioner

iklan

Anthony Salim lahir tahun 1949 dengan nama Tionghoa Lim Hong Xien. Setelah menyelesaikan pendidikan di Inggris, ia pulang tahun 1970 dan langsung terjun ke bisnis keluarga.

Berbeda dengan ayahnya yang mengandalkan koneksi politik, Anthony membawa pendekatan profesional. Ia percaya pada efisiensi pasar dan perekrutan tenaga ahli.

Langkah kontroversial Anthony adalah menyingkirkan anggota keluarga dari posisi penting. Tahun 1975, di usia 25 tahun, ia meyakinkan ayahnya mencopot pamannya dari kursi direktur BCA.

Posisi itu digantikan Mochtar Riady, bankir ternama. Hasilnya spektakuler. BCA yang semula bank kecil dengan aset Rp400 juta tumbuh menjadi bank terbesar dengan aset Rp40 triliun pada 1990-an.

Strategi Menguasai Pasar Mie Instan

Grup Salim awalnya bukan pemain utama di bisnis mie instan. Supermie dan Indomie milik pengusaha Jayadi sudah lebih dulu menguasai pasar.

Salim merilis Sarimi tahun 1980. Anthony mengajak Jayadi kerja sama, namun ditolak. Anthony pun menggelontorkan Rp10 miliar untuk promosi dan menurunkan harga.

Sarimi melejit. Jayadi akhirnya menyerah dan setuju bekerja sama membentuk Indofood Sukses Makmur.

Setyo

Terbaru dari Setyo