Portal Pantura – Di balik sebungkus Indomie yang kerap kita santap, tersimpan kisah luar biasa keluarga Salim. Anthony Salim, bos Indomie dan pemilik Salim Group, kini menguasai aset senilai Rp223 triliun menurut Bloomberg Index.
Namun perjalanan menuju puncak ini dimulai dari sosok perintis bernama Lim Sioe Liong atau Sudono Salim, ayah Anthony.
Awal Mula: Imigran Miskin dari Tiongkok
Sudono Salim lahir pada 16 Juli 1916 di Fujian, Tiongkok. Tahun 1939, ia hijrah ke Indonesia akibat invasi Jepang ke tanah kelahirannya.
Tiba di Kudus, Jawa Tengah, Sudono memulai dari nol. Ia berjualan pakaian dengan pikulan, menjajakan kacang goreng, hingga bekerja sebagai buruh di pabrik tahu dan kerupuk.
Kudus adalah sentra cengkih. Sudono pun terjun ke bisnis tersebut. Usahanya berkembang pesat setelah menikah dengan Liliane, putri saudagar lokal.
Perkawinan ini memperluas relasi bisnisnya. Ditambah etos kerja khas klan Hokchia yang terkenal punya insting bisnis tajam.
Pertemuan Bersejarah dengan Soeharto
Perang kemerdekaan 1945 membuat bisnis cengkih Sudono gulung tikar. Namun kondisi perang justru membuka jalan baru.
Sudono berani memasok bahan pokok, obat-obatan, bahkan menyelundupkan senjata untuk tentara Indonesia. Dari sinilah ia bertemu Letnan Kolonel Soeharto melalui Sulardi, perwira logistik yang merupakan sepupu Soeharto.
Relasi ini dijaga dengan sangat baik. Ketika Soeharto menjadi presiden, Sudono dipercaya sebagai mitra bisnis terdekat.
Lahirnya Kerajaan Salim Group
Soeharto mengajak Sudono membangun ekonomi negara. Sudono menyarankan fokus pada empat kebutuhan dasar: sandang, pangan, papan, dan transportasi.

