IMF akhirnya memutuskan Salim Group tidak boleh tumbang.
Strategi Penyelamatan: Serahkan BCA, Pertahankan Indofood
Anthony memilih berdamai dengan pemerintah. Ia menyerahkan 107 perusahaan termasuk BCA dan Indosemen kepada negara.
Namun di balik sikap kooperatif itu, Anthony diam-diam mempertahankan Indofood. Alasannya sederhana: orang selalu butuh makan dalam kondisi apa pun.
Langkah cerdiknya: menjual Indofood ke First Pacific yang ternyata masih miliknya sendiri. Ini membuat bisnis aman dari gejolak politik tapi tetap di genggamannya.
Kebangkitan Spektakuler
Dengan First Pacific sebagai ujung tombak, Anthony membangun bisnis besar di Filipina: telekomunikasi, kelistrikan, pengelolaan air, jalan tol, hingga pertambangan.
Di dalam negeri, ia merebut kembali Indomobil dan Indosemen.
Tak sampai lima tahun, Salim Group bangkit total. Tahun 2005, Anthony dinobatkan sebagai salah satu dari 10 tokoh bisnis paling berpengaruh. Jurnalis menjulukinya “eksekutif bermesin Ferrari” karena kecepatan kebangkitannya.
Kekuatan di Balik Bayangan
Kini Anthony Salim mengendalikan bisnis di hampir semua sektor: pangan, teknologi, data center, tambang, properti, otomotif, energi, perbankan, hingga infrastruktur.
Merek dengan label “Indo” nyaris miliknya: Indomie yang masuk 10 merek paling digemari dunia dan hadir di 100 negara, serta Indomaret dengan 23.000 gerai.
Kekayaan resminya Rp223 triliun. Namun banyak pihak yakin angka sebenarnya jauh lebih besar, bahkan disebut-sebut bisa lebih dari Rp2.000 triliun.

