2. Perkuat dengan Dalil Naqli
Setelah akal memahami, perkuat dengan dalil dari Al-Quran dan Sunnah. Dalam surah Adz-Dzariyat ayat 21, Allah berfirman: “Dan pada dirimu sendiri, apakah kamu tidak memperhatikan?”
Langkah Praktis: Mengenal Diri Sendiri
Cara paling sederhana keluar dari taklid adalah merenungkan diri sendiri.
Tanyakan pada diri: “Siapa yang menciptakan saya?”
Manusia pernah tidak ada, lalu ada. Bahkan orang tua tidak benar-benar menciptakan anak. Mereka hanya sebab, yang menciptakan adalah Allah.
Bukti kecilnya: tidak ada seorang pun yang bisa menciptakan satu helai rambut. Teknologi secanggih apa pun tidak mampu. Ini menunjukkan ada Pencipta yang Maha Kuasa.
Kesadaran Membawa Kebahagiaan
Ketika seseorang sadar bahwa Allah adalah penciptanya, ia akan merasakan ketenangan. Kesadaran ini membuat seseorang mudah memaafkan, mudah mengalah, dan ridha dengan takdir.
Disarankan untuk membaca setiap pagi: “Ya Allah, aku terima bahwa aku hamba-Mu. Engkau adalah penciptaku, Tuhanku, pengaturku.”
Orang yang ridha dengan cara ini akan menjadi pribadi yang paling bahagia.
Bahaya Percaya pada Hal Menyimpang
Taklid juga membuat orang mudah tertipu oleh hal-hal yang bertentangan dengan akidah Islam. Contohnya percaya pada dukun, kekuatan gaib, atau ajaran sesat.
Tim Redaksi
