Kalimantan: Kalimantan Barat, Tengah, Timur, Utara, dan Selatan.
Sulawesi: Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Barat, dan Tenggara.
Maluku dan Papua: Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Tengah.
Meski intensitasnya lebih rendah, hujan berkepanjangan tetap berisiko menyebabkan genangan di kawasan dengan drainase buruk.
Potensi Dampak dan Ancaman
BMKG memperingatkan beberapa dampak cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai:
- Banjir bandang di wilayah bantaran sungai dan dataran rendah
- Tanah longsor di kawasan perbukitan dan lereng
- Angin kencang 40-60 km/jam yang dapat merobohkan pohon dan papan reklame
- Petir dengan intensitas tinggi
- Gelombang tinggi di perairan selatan Jawa dan Bali
Data BMKG menunjukkan tren kenaikan curah hujan signifikan pekan ini. Dari 45 mm/hari pada Senin (9/22026) meningkat menjadi prediksi 110 mm/hari pada Rabu (11/22026), puncak intensitas tertinggi minggu ini.
Langkah Mitigasi Bencana
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD daerah telah menyiagakan personel di titik-titik rawan. Masyarakat diminta mengambil langkah antisipasi:
- Hindari aktivitas luar ruangan saat hujan disertai petir
- Jauhi bantaran sungai dan wilayah berpotensi longsor
- Pastikan saluran air rumah tidak tersumbat
- Amankan dokumen penting di tempat aman dan kedap air
- Cabut perangkat elektronik saat badai petir
- Pantau informasi cuaca melalui aplikasi resmi BMKG
Warga yang tinggal di zona merah disarankan berkoordinasi dengan tim tanggap darurat setempat. Persiapkan tas siaga berisi obat-obatan, makanan tahan lama, dan senter.
Pantau Perkembangan Cuaca
BMKG terus memantau perkembangan kondisi atmosfer melalui citra satelit dan radar cuaca. Pembaruan prakiraan dilakukan setiap 3-6 jam mengingat dinamika cuaca yang cepat berubah.
Masyarakat dapat mengakses informasi terkini melalui website resmi BMKG di www.bmkg.go.id atau aplikasi Info BMKG di smartphone. Hindari informasi dari sumber tidak kredibel yang berpotensi hoaks.

