Portal Pantura – Selasa (30/12/2025) Komandan Korem 071 Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, berdiri menatap lahan kelak menjelma menjadi Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Di sinilah, harapan ribuan warga desa digantungkan. Bukan sekadar bangunan, melainkan simbol kebangkitan ekonomi rakyat.
Didampingi Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Dandim 0712/Tegal, serta jajaran Forkopimda, Danrem meninjau langsung progres pembangunan.
Kunjungan ini bukan seremoni. Ini adalah pengawasan ketat atas program strategis nasional yang menjadi perhatian langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Ini bukan proyek biasa,” tegas Lukman.
KDMP adalah tulang punggung ekonomi desa. Sebuah instrumen negara untuk memastikan rakyat berdiri di atas kaki sendiri.
Sebagai komando kewilayahan, Korem 071/Wijayakusuma memikul tanggung jawab besar mengawal 1.500 koperasi desa dan melaporkannya secara rutin setiap pekan kepada pimpinan TNI. Angka yang tak kecil. Tugas yang tak ringan.
Namun di Trayeman, Danrem mencatat satu hal krusial: progres pembangunan masih tertinggal. Waktu terus berjalan. Target 90 hari tak bisa ditawar.
Solusi pun langsung disodorkan padat karya Libatkan warga. Bangun gedung sekaligus bangun penghasilan.
“Pembangunan ini harus memberi manfaat sejak prosesnya, bukan hanya setelah jadi,” ujarnya lantang.
Tak berhenti pada fisik bangunan, Lukman menyoroti masa depan koperasi itu sendiri. Gedung boleh berdiri megah, tetapi tanpa manajemen dan pengawasan, ia bisa menjadi monumen kosong.
Karena itu, Dinas Koperasi diminta turun tangan aktif, memastikan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) yang benar benar hidup, berputar, dan menggerakkan ekonomi desa.
Apresiasi pun disampaikan. Kabupaten Tegal mencatat capaian penting: 192 titik KDMP, seluruh lahannya siap 100 persen. Sebuah kesiapan yang jarang terjadi dan patut diapresiasi.
Perjalanan pun berlanjut ke Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru. Semangatnya sama, pesannya serupa: percepatan, pengawasan, keberpihakan pada rakyat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan aksi nyata. Bantuan sosial diserahkan kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi pembangunan.
Sebuah pengingat bahwa di balik strategi besar negara, ada wajah-wajah rakyat kecil yang harus selalu diingat.
Di tanah desa, Merah Putih bukan hanya berkibar di tiang. Ia dibangun pelan, kokoh, dan penuh harap melalui koperasi, kerja bersama, dan komitmen menyejahterakan rakyat.***

