TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Dipanggil Resmi, Diabaikan Terbuka: Aktivis Pemekaran Brebes Soroti Etika Kepemimpinan Bupati

×

Dipanggil Resmi, Diabaikan Terbuka: Aktivis Pemekaran Brebes Soroti Etika Kepemimpinan Bupati

Sebarkan artikel ini
IKLAN
Ukuran teks

“Kami tidak minta makan, tidak minta jamuan, apalagi fasilitas. Kami datang membawa aspirasi rakyat. Tapi yang kami terima justru pengabaian,” tegasnya.

Agus menyebut ketika aspirasi disampaikan resmi namun tidak dapat dialog layak, kepercayaan publik terhadap pemda dipertaruhkan.

“Ini soal bagaimana kekuasaan memperlakukan suara rakyat. Kalau dipanggil lalu dibiarkan menunggu tanpa kepastian, itu menunjukkan masalah dalam kepemimpinan,” katanya.

Jarak Makin Lebar

iklan

Para aktivis menilai sikap ini memperlihatkan jarak antara penguasa daerah dan masyarakat Selatan.

Aspirasi pemekaran untuk pemerataan pembangunan terkesan diperlakukan sebagai isu pinggiran.

“Kami datang dengan cara baik-baik, lewat jalur resmi. Kalau jalur seperti ini saja buntu, ke mana lagi aspirasi harus disampaikan,” kata Jaenul, aktivis dari Sirampog.

Peristiwa ini memperkuat dugaan isu pemekaran masih sensitif dan belum dapat dukungan terbuka dari pemda. Ketertutupan dialog dinilai berpotensi memperuncing ketegangan sosial dan politik.***

Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki