Portal Pantura, Brebes – Pemerintah Desa Paguyangan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes telah menyelesaikan tahap seleksi calon perangkat desa. Ujian berlangsung di SMA Negeri 1 Paguyangan dengan dua peserta bergelar sarjana yang berkompetisi untuk mengisi jabatan Kepala Dusun (Kadus) III.
Ketua panitia penjaringan, Yuniarso Amirudin, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa seleksi menggunakan tiga metode penilaian. “Tes terdiri dari tulis, praktik, dan pidato,” katanya saat ditemui wartawan.
Arum Raih Skor Tertinggi
Hasil seleksi menunjukkan persaingan yang cukup ketat antara kedua kandidat. Arum Adyaning P, S.Akt., berhasil meraih nilai tertinggi dengan total nilai 92,00. Sementara itu, Sie Muhamad, S.T., memperoleh nilai 86,00.
Selisih enam poin antara kedua peserta menunjukkan kualitas kandidat yang kompeten. Keduanya merupakan lulusan perguruan tinggi yang memiliki latar belakang pendidikan berbeda.
Proses Transparan dan Akuntabel
Kasi Pemerintahan Kecamatan Paguyangan, Sri Utami, memberikan apresiasi kepada peserta dengan perolehan nilai tertinggi. Ia juga memberikan dukungan moral kepada kandidat lainnya.
“Bagi yang belum berkesempatan, jangan kecil hati,” ujar Sri Utami saat pengumuman hasil.
Sri Utami menegaskan bahwa panitia telah bekerja secara profesional dan objektif. Proses seleksi dilakukan dengan prinsip kejujuran tanpa ada intervensi pihak manapun.
“Tidak ada dusta di antara kita,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tidak ada keberpihakan dalam penilaian, meskipun kandidat dengan nilai tertinggi sudah memiliki pengalaman mengabdi di balai desa.
Syarat dan Tahapan Seleksi
Seleksi perangkat desa kali ini diikuti peserta dengan pendidikan sarjana. Hal ini menunjukkan kualitas para peserta.
Tahapan seleksi yang komprehensif meliputi:
- Tes tulis untuk mengukur kemampuan administrasi dan pengetahuan umum
- Tes praktik untuk menilai keterampilan teknis
- Tes pidato untuk mengevaluasi kemampuan komunikasi
Metode penilaian tersebut dirancang untuk mendapatkan kandidat terbaik yang mampu menjalankan tugas sebagai perangkat desa secara optimal.
Pentingnya Transparansi
Proses seleksi yang transparan dan akuntabel menjadi kunci kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa. Penyelenggaraan tes di lokasi netral seperti SMA Negeri 1 Paguyangan menunjukkan upaya menjaga objektivitas.
Dengan adanya panitia independen dan mekanisme penilaian yang jelas, diharapkan hasil seleksi dapat diterima semua pihak.
Keberhasilan proses seleksi ini diharapkan dapat menghadirkan perangkat desa yang profesional dan siap melayani masyarakat dengan lebih baik.***

