TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Hujan Lebat Intai Indonesia hingga Pertengahan Februari, BMKG Imbau Waspada

×

Hujan Lebat Intai Indonesia hingga Pertengahan Februari, BMKG Imbau Waspada

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi hujan. (Foto:Musaddek Sayek/pexels)
Ilustrasi hujan. (Foto:Musaddek Sayek/pexels)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga pertengahan Februari 2026.

Pekan lalu, curah hujan tertinggi tercatat di Kalimantan Barat mencapai 110,4 milimeter per hari. Disusul Kalimantan Selatan 99 mm, Lampung 87 mm, Kalimantan Timur 82,6 mm, Jawa Tengah 81 mm, dan Sulawesi Selatan 76,2 mm.

Faktor Pemicu Hujan Lebat

Kepala Pusat Informasi , Yuni Maharani, menjelaskan beberapa faktor meteorologis memicu curah hujan tinggi.

iklan

“Pertama, Monsun Asia membawa aliran angin basah dari daratan Asia menuju Indonesia,” ujarnya, seperti dikutip dari kanal YouTube InfoBMKGIndonesia.

Fenomena ini, lanjutnya, diperkirakan bertahan hingga dasarian kedua Februari.

Kedua, parameter Outgoing Longwave Radiation (OLR) bernilai negatif mengindikasikan meluasnya tutupan awan tebal. Kondisi ini meningkatkan aktivitas konvektif pembentuk hujan.

Ketiga, kombinasi fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuator, dan gelombang Kelvin aktif di Samudra Pasifik utara hingga timur laut Papua. Ketiganya berkontribusi memperkuat pembentukan awan hujan.

Gangguan Atmosfer Aktif

memantau dua gangguan signifikan dalam sepekan ke depan.

Di belahan bumi utara, siklon tropis Penha terdeteksi di Samudra Pasifik timur Filipina. Sistem bertekanan rendah ini bergerak ke barat dengan kecepatan angin 35 knot.

Siklon Penha berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Gelombang tinggi diprakirakan terjadi di perairan Kepulauan Talaud hingga Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.

Setyo

Terbaru dari Setyo