TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Hutan Rusak, Sungai Mengamuk: Negara Absen di Lereng Gunung Slamet?

×

Hutan Rusak, Sungai Mengamuk: Negara Absen di Lereng Gunung Slamet?

Sebarkan artikel ini
Hutan Rusak, Sungai Mengamuk: Negara Absen di Lereng Gunung Slamet?
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Penanganan kasus dugaan perambahan hutan lindung di lereng Gunung Slamet, Kabupaten , kembali menjadi sorotan.

Hampir tiga tahun sejak laporan resmi diajukan ke kepolisian, publik belum melihat pengungkapan aktor utama maupun penetapan tersangka baru.

Situasi ini berbanding terbalik dengan dampak ekologis yang semakin nyata, ditandai dengan bandang berulang di wilayah selatan.

iklan

Pada Senin malam (27/1/2026), Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu (Kanit Tipidter) Satreskrim Polres , Iptu Yuzaki Adyana, bersama tim penyidik, melakukan pertemuan dengan kuasa hukum relawan lingkungan, Slamet Riyadi, SH, MH, di .

Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut laporan dugaan perusakan hutan lindung Gunung Slamet yang dilayangkan oleh Relawan Aktivis Peduli Hutan Lindung Gunung Slamet (Jaga Rimba) sejak September 2023.

Kasus ini kembali mengemuka seiring meningkatnya frekuensi bencana bandang di kawasan sekitar Gunung Slamet.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah wilayah di Brebes selatan, termasuk Kecamatan , dilanda .

Sungai Keruh di Desa Adisana meluap, merusak puluhan rumah, memutus akses jalan, serta menghancurkan puluhan hektare lahan pertanian.

Warga terpaksa mengungsi, sementara aktivitas ekonomi dan pendidikan terganggu.

Relawan lingkungan menilai bandang tersebut tidak dapat dilepaskan dari kerusakan kawasan hutan lindung di bagian hulu.

Hutan yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air diduga telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian intensif, sehingga mempercepat limpasan air, erosi, dan sedimentasi sungai.

Laporan dugaan perambahan hutan lindung Gunung Slamet pertama kali disampaikan ke Polres Brebes pada 27 September 2023.

Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki