Portal Pantura- Di tengah geliat suasana kehidupan warga di Desa Dukuhtengah Kabupaten Tegal, nampak sebuah usaha sederhana namun penuh makna mulai berkembang dan memberikan harapan baru.
Budidaya Jamur Tiram, yang dahulu mungkin hanya dikenal sebagai satu komoditas kecil, kini menjadi motor penggerak ekonomi desa dan sekaligus pengangkat citra positif wilayah.
Kepala Desa Dukuhtengah, Toisah bercerita bagaimana gagasan seorang warganya bernama Andre yang telah berjibaku mengembangkan usaha jamur tiram dan menjadi inspirasi kuat untuk memberdayakan warga secara langsung.
“Ini adalah usaha seorang warga kami dan kini akan kami lakukan bersama Pemerintah Desa.
Harapan kami, budidaya jamur tiram ini nanti bisa menjadi kegiatan utama dan melibatkan semua masyarakat,” ujarnya dengan optimisme saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 13 Oktober 2025.
Toisah, tidak hanya sekadar membuka peluang usaha, tetapi juga membangun keterampilan masyarakat melalui pelatihan yang akan diberikan sebelum usaha ini dijalankan secara mandiri.
“Kami percaya dengan pelatihan tepat dan warga akan mampu menjalankan budidaya ini dengan berkelanjutan,” tambahnya.
Keunikan dari program desa ini adalah pendekatan yang dilakukan secara merata.
Desa Dukuhtengah berada di Kecamatan Margasari Tegal dan terdiri dari 6 Rukun Warga (RW) dengan membangun 6 pos usaha budidaya jamur tiram, satu di setiap RW.
Model ini tidak hanya menciptakan peluang ekonomi, tapi menumbuhkan rasa kebersamaan dan gotong royong antar warga.
Tim Redaksi
