Dengan strategi ini, potensi produksi jamur tiram tidak hanya jadi sumber penghasilan individu, melainkan juga mengangkat citra desa sebagai sentra budidaya jamur yang produktif dan inovatif.
Usaha budidaya jamur tiram yang telah diinisiasi oleh kelompok Sida Mulya ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, mengurangi pengangguran, memberikan alternatif penghasilan yang berkelanjutan.
Lebih dari itu, keberhasilan usaha ini juga akan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Tegal untuk mengembangkan potensi lokal yang ada.
“Kami ingin Desa Dukuhtengah Tegal ini dikenal bukan hanya keindahan alam atau budayanya, tapi juga kemampuan mengelola potensi sumber daya secara mandiri dan modern,” pungkas Toisah.
Dengan adanya semangat gotong royong pelatihan yang berkelanjutan, dukungan dari Pemerintah Desa, budidaya jamur tiram di Dukuhtengah diprediksi akan menjadi contoh sukses pemberdayaan masyarakat di era modern ini.***
Tim Redaksi
